PELALAWAN, Faktacepat.id – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ukui Dua, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut dipusatkan di area Kantor PT Gandaerah Hendana. Selain melihat kondisi lahan yang terdampak kebakaran, rombongan Menteri Kehutanan juga menggelar bakti kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Raja Juli Antoni datang bersama sejumlah pejabat, di antaranya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, serta Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko.
Sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, kegiatan dihadiri Bupati Pelalawan Zukri Misran bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, petugas kesehatan Puskesmas Ukui, serta masyarakat Desa Ukui Dua.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB menggunakan helikopter yang mendarat di lapangan PT Gandaerah Hendana. Sekitar 15 menit kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial, pelayanan kesehatan, dan trauma healing bagi warga yang terdampak kabut asap.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju lokasi karhutla. Sekitar pukul 11.00 WIB, Menteri Kehutanan bersama jajaran melakukan pemeriksaan langsung terhadap sejumlah titik lahan yang terbakar.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan selama kondisi kabut asap akibat karhutla.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah kabut asap,” kata Raja Juli.
Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dilakukan secara tegas.
Menurut Raja Juli, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta masyarakat harus bergerak bersama untuk mencegah kebakaran meluas dan berulang.
Selain penanganan kebakaran, lahan yang terdampak juga perlu segera dipulihkan. Upaya pencegahan dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan karhutla di Pelalawan sekaligus memberikan perlindungan bagi warga yang terdampak kabut asap.
Penulis : YZA
Editor : INR







