PEKANBARU, FAKTACEPAT.ID — Penyebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus ribuan warga memicu desakan agar penanganan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemadaman, penyiapan fasilitas medis, hingga penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.
Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Riau, Roni Agustian, menyoroti data Dinas Kesehatan Riau yang mencatat 3.293 kasus ISPA pada rentang 19–27 Agustus. Bahkan, dalam sehari pada 27 Agustus saja, jumlah penderita mencapai 1.333 kasus yang mencakup asma, influenza, dan gangguan pernapasan lainnya.
”Karhutla bukan sekadar persoalan asap dan kebakaran hutan. Ada masyarakat yang menghirup asap, ada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang kesehatannya terdampak. Karena itu, api harus segera dipadamkan dan masyarakat harus mendapatkan perlindungan,” tegas Roni di Pekanbaru.
Dorong Penegakan Hukum Objektif dan Transparan
Roni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat gabungan mulai dari Polda Riau, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, hingga relawan yang terus berjibaku di lapangan. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya langkah hukum tegas agar bencana serupa tidak menjadi rutinitas tahunan.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas setiap dugaan pembakaran lahan, baik yang dilakukan oleh perorangan maupun korporasi.
”Jangan ragu untuk menegakkan hukum secara tegas. Tidak boleh ada kesan hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil. Jika ada perusahaan yang terbukti melanggar dan bertanggung jawab atas karhutla, harus diberikan sanksi tegas. Penegakan hukum harus transparan, objektif, dan tidak pandang bulu,” ujarnya.
Fasilitas Kesehatan Diminta Masuk Mode Siaga
Menghadapi lonjakan pasien, Roni mendesak pemerintah daerah memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak siap melayani warga. Ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, masker, hingga ruang perawatan pernapasan harus dipastikan aman sebelum terjadi lonjakan pasien yang lebih masif.
”Jangan menunggu pasien membludak baru kita bergerak. Pemerintah harus melakukan langkah antisipasi sejak sekarang. Rumah sakit dan puskesmas harus siap, obat dan oksigen harus tersedia, tenaga kesehatan harus siaga,” tambah Roni.
Di akhir peryataannya, Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Riau menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan demi menjaga keselamatan masyarakat. Ia juga mengimbau warga Riau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. (FC/Red)
Penulis: YLW
Editor: INR







