DUMAI, Faktacepat.id – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pengelolaan anggaran daerah sebagai mesin penggerak ekonomi. Langkah ini krusial demi memastikan setiap rupiah APBD maupun APBN berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Fahmi Rizal, saat menghadiri agenda Gelanggang Awards 2026 dan Forum Konsultasi Publik yang diinisiasi oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Dumai di Gedung Sri Bunga Tanjung, Rabu (29/4/2026).
Anggaran sebagai Instrumen Pembangunan
Pemko Dumai menilai bahwa efektivitas penyerapan anggaran bukan sekadar urusan administrasi, melainkan instrumen vital dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Dumai.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau, Adnan Wibyarto, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, kinerja KPPN Dumai sangat membantu percepatan arus keuangan di daerah.
“Penyerapan anggaran yang baik akan menggerakkan mesin ekonomi secara maksimal. Kami mengapresiasi KPPN Dumai yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengawasan penyerapan anggaran yang optimal,” ujar Adnan.
Poin Utama Forum Konsultasi Publik 2026:
-
Transparansi & Akuntabilitas: Menciptakan tata kelola keuangan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.
-
Sinergi Instansi Vertikal: Memperkuat koordinasi antara Pemda dan Kemenkeu (KPPN) untuk percepatan penyaluran dana pusat ke daerah.
-
Evaluasi Kinerja: Menjadikan capaian tahun 2025 sebagai pijakan untuk perbaikan kualitas belanja di tahun 2026.
Apresiasi Mitra Terbaik
Sebagai bentuk motivasi, KPPN Dumai memberikan penghargaan kepada sejumlah satuan kerja (satker) mitra terbaik atas kinerja pengelolaan keuangan negara sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh instansi di wilayah kerja KPPN Dumai untuk terus meningkatkan disiplin anggaran, mengingat kecepatan penyerapan di awal tahun sangat menentukan stabilitas ekonomi lokal.
Penulis: UYK
Editor: INR







