Sinergi Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek dan Camat Pangkalan Kuras Tanam Jagung Pipil di Desa Betung Seluas 4 Hektare

Pelalawan, Faktacepat.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus diperlihatkan melalui kolaborasi lintas sektor di Kecamatan Pangkalan Kuras. Pada Selasa pagi, 28 April 2026, Polsek Pangkalan Kuras bersama unsur Forkopimcam dan kelompok tani melaksanakan penanaman jagung pipil Kuartal II di lahan seluas 4 hektare yang berlokasi di Desa Betung.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Kabid Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan Taupiq, Camat Pangkalan Kuras Mardianto, S.E, Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy Parlindungan, S.H, Korwil Pertanian Sri Utami, Kasi Kesos Jurhan, S.H, Kasi Trantib Amirudin, S.Pd, Manager Kebun KSM II PT SBP Sugiatno, PPL Desa Betung Ratna, Staf Dinas KPTPH Ranta Sri Ningsih, S.P, Ketua Poktan Harapan Baru Legimin, serta enam anggota kelompok tani tersebut.

Penanaman dilakukan di lahan milik Poktan Harapan Baru yang berada di Desa Betung, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, dengan luas mencapai 4 hektare sesuai target Kuartal II. Komoditas yang dikembangkan adalah jagung pipil.

Rangkaian acara diawali oleh Aipda Alamsyah, kemudian dilanjutkan dengan doa dan sambutan dari Kabid Tanaman Pangan, Camat Pangkalan Kuras, serta Kapolsek. Prosesi penanaman secara simbolis menjadi puncak kegiatan, yang dilakukan oleh unsur Forkopimcam bersama perwakilan petani, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.

Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy Parlindungan, S.H menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia berharap lahan yang telah ditanami dapat dikelola secara optimal hingga masa panen. Menurutnya, sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kemandirian pangan di Pelalawan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi aman dan tertib. Jagung pipil yang ditanam diperkirakan dapat dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan mendatang, serta diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Penulis : YZA

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *