Inhil, Faktacepat.id – Suasana haru menyelimuti kediaman Ibu Raudah, salah satu Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Pada usianya yang telah senja, perempuan penuh kesantunan ini akhirnya dipastikan akan berangkat menuju Baitullah pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M.
Setelah menanti selama kurang lebih 13 tahun sejak pertama kali mendaftar, Ibu Raudah berhasil masuk dalam daftar jemaah yang akan diberangkatkan melalui kloter Provinsi Riau. Raut wajahnya tak mampu menyembunyikan rasa syukur yang mendalam saat mengemas perlengkapan di kediamannya, yang terletak di jantung Kota Tembilahan.
Bagi Ibu Raudah, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik semata, melainkan juga sebuah perjalanan spiritual yang telah lama menjadi impian dan harapannya. Ia mengaku telah menjaga kesehatan dengan disiplin menjalani rutinitas berjalan kaki setiap pagi dan mengikuti manasik haji secara intensif agar ibadahnya di Tanah Suci dapat terlaksana dengan lancar dan khusyuk.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini memberikan perhatian khusus terhadap layanan bagi jemaah lansia, memastikan pendampingan kesehatan tetap prima mulai dari keberangkatan dari Tembilahan menuju embarkasi antarprovinsi di Pekanbaru, hingga ke Batam dan Jeddah.
Sambil sesekali menyeka air mata bahagia, Ibu Raudah berbagi kisah kepada tim faktacepat.id:
“Alhamdulillah, perasaan saya campur aduk antara tidak percaya dan sangat bersyukur. Penantian ini begitu panjang; setiap malam saya hanya bisa berdoa agar diberikan umur panjang dan kesehatan supaya bisa sampai ke Kakbah. Modal saya hanyalah kesabaran dan keikhlasan. Kini, saat tas mulai saya kemas, seakan hati saya sudah menapaki Tanah Suci. Mohon doa agar saya dan jemaah lain dari Inhil dapat menjalankan ibadah dengan sempurna, menjadi haji yang mabrur, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.”
Sesuai jadwal, Ibu Raudah beserta rombongan CJH asal Kabupaten Indragiri Hilir lainnya akan dilepas secara resmi oleh Penjabat Bupati Inhil dalam waktu dekat. Keberangkatan ini diharapkan menjadi momentum berharga bagi para jemaah untuk mempererat ukhuwah serta membawa nama baik daerah di kancah nasional maupun internasional.
Ibu Raudah menjadi simbol nyata keteguhan hati ribuan jemaah Indonesia yang penuh kesabaran dalam menanti panggilan Allah SWT. Meski tubuh mungkin mulai menua dan lelah, semangat ibadah di tanah suci tetap membara membesarkan jiwa.
Penulis: Sarfendi
Editor: INR





