DPRD Riau dan PLN UID Riau Kepri Bersinergi, Targetkan 72 Dusun Teraliri Listrik pada 2026

FAKTACEPAT.ID, PEKANBARU — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau bersama DPRD Provinsi Riau memperkuat sinergi dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Langkah strategis ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah pelosok dan kepulauan di Provinsi Riau.

​Komitmen bersama tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Pembahasan Rencana Program Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Provinsi Riau di Kantor DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (7/9/2026).

​Rapat kerja ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’Mun Solikhin, M.A., Wakil Ketua Komisi IV Darmalis, S.E., beserta anggota Komisi IV. Turut hadir Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Ismon Diondo Simatupang, S.T., M.T., serta General Manager PLN UID Riau Kepri Didik Wicaksono beserta jajarannya.

​Pasokan Listrik Riau Aman dengan Cadangan 397 MW

​Dalam pemaparannya, PLN menyampaikan kondisi sistem kelistrikan Provinsi Riau yang terbilang sangat andal. Saat ini Riau memiliki daya mampu sebesar 2.066 MW dengan beban puncak 1.669 MW, sehingga terdapat cadangan daya mencukupi sebesar 397 MW.

​Ketersediaan cadangan daya yang memadai ini siap menopang lonjakan kebutuhan industri, dunia usaha, serta penambahan pelanggan baru di seluruh wilayah Riau.

​Interkoneksi Sumatera dan Kabel Laut untuk Wilayah Kepulauan

​Selain pasokan utama, penguatan sistem di wilayah kepulauan menjadi prioritas utama. PLN merancang sistem interkoneksi jaringan listrik Sumatera untuk Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti agar dapat terhubung langsung ke grid Sumatera.

​Guna meningkatkan keandalan di wilayah pesisir, PLN juga berencana menambah satu Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) menuju Pulau Rupat.

​Target Listrik Dusun: 72 Dusun pada 2026 dan 348 Dusun pada 2027

​Dalam hal perluasan akses, PLN memasang target ambisius melalui Program Listrik Dusun. Pada tahun 2026, PLN membidik 72 dusun teraliri listrik dengan potensi 7.000 calon pelanggan. Proyek ini melibatkan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 192,71 kilometer sirkit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 299,83 kms.

​Program pemerataan ini bakal berlanjut pada tahun 2027 dengan target menjangkau 348 dusun lainnya, demi membuka isolasi energi dan menggerakkan roda ekonomi desa.

​Transisi Energi Melalui Konversi PLTD ke EBT

​Tak hanya fokus pada kuantitas jaringan, PLN juga mendorong transisi energi hijau di Riau. Sebanyak 11 lokasi—terutama di kawasan kepulauan—masuk dalam program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem hybrid.

​Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau, Ma’Mun Solikhin, M.A., mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh atas langkah progresif PLN.

​“Kami mendukung langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan dan memperluas akses listrik hingga ke dusun dan wilayah kepulauan. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Riau,” tegas Ma’Mun.

​Sementara itu, General Manager PLN UID Riau Kepri, Didik Wicaksono, menegaskan komitmen PLN untuk menghadirkan keadilan energi di Riau.

​“PLN terus memperkuat sistem kelistrikan Riau, termasuk melalui pengembangan sistem interkoneksi dan peningkatan keandalan pasokan di wilayah kepulauan. Bersamaan dengan itu, perluasan akses listrik terus kami lakukan agar manfaat listrik dapat dirasakan semakin merata oleh masyarakat,” kata Didik.

​“PLN ingin memastikan pembangunan kelistrikan di Riau berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan energi untuk masa depan,” tutupnya.

 

Penulis: YLW

Editor: INR

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *