FAKTACEPAT.ID, INDRAGIRI HILIR — Para petani kelapa di Desa Pelanduk, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, saat ini sedang menghadapi situasi sulit akibat turunnya harga jual kelapa di tingkat petani yang tidak sebanding dengan tingginya biaya operasional dan perawatan kebun.
Kondisi ini diperparah oleh berbagai tantangan seperti tingginya harga pupuk, sulitnya akses pasar, rusaknya saluran irigasi kebun, hingga ancaman hama dan kekeringan yang membuat hasil panen tidak maksimal.
Sarfendi, salah seorang petani kelapa lokal di Desa Pelanduk, menyampaikan keluh kesahnya mengenai beban berat yang menimpa para petani saat ini.
”Biaya produksi dan modal kerja sekarang sangat tinggi, sementara harga jual kelapa justru melonjak turun di pasar. Kami sulit mendapat untung, jangankan untuk modal panen berikutnya, untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat pas-pasan. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah terkait kestabilan harga kelapa dan perbaikan irigasi di desa kami,” ujar Sarfendi saat diwawancarai oleh wartawan faktacepat.id, Jumat (16/10/2026).
Para petani di Kecamatan Mandah berharap pihak terkait dapat memberikan bantuan berupa keterjangkauan pupuk, perbaikan infrastruktur tata air kebun kelapa, serta kepastian harga pasar agar perekonomian masyarakat pesisir Indragiri Hilir kembali pulih.
Penulis : YKZ
Editor : INR







