Dinilai Abaikan Kongres, IPMKL Sebut Ketua IPM-PB Terlalu Nyaman dengan Jabatannya

LANGGAM, FAKTACEPAT.ID — Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Langgam (IPMKL) melayangkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Ikatan Pelajar Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPM-PB). IPMKL menilai Ketua IPM-PB saat ini terkesan “terlalu nyaman” dengan jabatannya hingga mengabaikan keberlangsungan roda organisasi serta regenerasi kepemimpinan.

​Kritik keras ini muncul akibat belum adanya kepastian arah dan jadwal pelaksanaan musyawarah atau kongres yang seharusnya sudah digulirkan. Kondisi tersebut dinilai telah menciptakan stagnasi pada program kerja dan fungsi pelayanan terhadap mahasiswa.

​Soroti Stagnasi Organisasi dan Minimalnya Evaluasi

​Ketua Umum IPMKL, Adrian, mengungkapkan bahwa masa kepengurusan yang berlarut-larut tanpa transisi kepemimpinan merupakan tanda tidak sehatnya dinamika internal IPM-PB.

​”Kami melihat Ketua IPM-PB saat ini sudah terlalu nyaman duduk di jabatannya sehingga terkesan enggan merespons desakan regenerasi. Organisasi ini milik bersama seluruh pelajar dan mahasiswa Pelalawan, bukan wadah personal atau kelompok tertentu yang bisa ditahan tanpa batas waktu yang jelas,” tegas Adrian, Ketua Umum IPMKL.

​Menurut IPMKL, sikap apatis pengurus pusat IPM-PB merugikan kader-kader muda di tingkat kecamatan yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dan membawa ide-ide segar.

​Ancam Ambil Langkah Konstitusional

​Atas kondisi tersebut, IPMKL mendesak Ketua IPM-PB untuk segera bersikap kooperatif dan memfasilitasi forum resmi organisasi demi menentukan arah kepemimpinan baru.

​Jika tidak ada iktikad baik atau respons cepat, IPMKL menegaskan siap mengambil langkah-langkah konstitusional bersama kecamatan lain demi menyelamatkan marwah IPM-PB.

​”Kami ingin kepastian. IPM-PB butuh penyegaran dan kepemimpinan yang progresif, bukan ketua yang hanya sekadar mempertahankan status quo tanpa melahirkan terobosan bagi mahasiswa,” lanjut Adrian.

​Dinamika ini kini menjadi sorotan di lingkaran alumni dan tokoh masyarakat Pelalawan. Banyak pihak berharap polemik internal ini dapat segera diselesaikan secara bijak dan demokratis melalui mekanisme organisasi yang berlaku, agar IPM-PB dapat kembali fokus pada perannya sebagai pilar perjuangan mahasiswa dan pembangunan daerah.

 

Penulis: YKZ

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *