Pelalawan, FAKTACEPAT.ID – Sebuah insiden tragis menggemparkan penghuni Camp TPK PT Madukoro Lestari Estate Tasik, Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Seorang karyawan subkontraktor dilaporkan tewas mengenaskan akibat diterkam Harimau Sumatera pada Jumat (10/7/2026) malam.
Korban diketahui bernama Eko Prastio (29), warga Dusun Kelurahan Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Korban merupakan karyawan PT Aghi Putra Perdana, perusahaan kontraktor yang bermitra dengan PT Madukoro Lestari Estate Tasik.
Kronologi Kejadian: Korban Cari Sinyal HP
Peristiwa memilukan ini bermula sekira pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban keluar dari camp menuju area depan yang memiliki jaringan/sinyal handphone. Namun hingga larut malam, korban tak kunjung kembali ke camp.
Merasa curiga, rekan kerja korban bernama Rofi Hudzil Affa (21) berinisiatif keluar camp untuk mencari korban sekira pukul 21.00 WIB. Pencarian malam itu sempat dilakukan bersama rekan kerja lain dan pihak manajemen dengan menyisir area sekitar, namun tidak membuahkan hasil.
Titik terang baru ditemukan pada Sabtu pagi sekira pukul 06.00 WIB. Tim pencari menemukan bercak darah berjarak 100 meter dari depan camp. Jejak darah tersebut mengarah ke dalam hutan, mengindikasikan korban telah diseret oleh satwa liar.
Detail Penemuan Jasad Korban:
Setelah mengikuti jejak ceceran darah sejauh kurang lebih 2 kilometer (KM), jenazah korban akhirnya ditemukan sekira pukul 07.00 WIB di dalam hutan grembel. Jasad korban langsung dievakuasi oleh pihak manajemen ke Klinik Estate Tasik.
Polisi Gelar Olah TKP dan Evakuasi Jenazah
Mendapat laporan dari pihak Estate Tasik sekira pukul 09.00 WIB, Kapolsubsektor Pelalawan, IPDA Fernando Purba, langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP awal dan mengamankan situasi.
Berdasarkan hasil olah TKP, diduga kuat korban diserang oleh Harimau Sumatera saat berada di area yang sepi dan minim penerangan. Polisi juga telah memeriksa dua orang saksi, yakni Rofi Hudzil Affa dan Dodi Andesta.
Sekira pukul 10.30 WIB, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan kontraktor untuk dibawa ke rumah duka di Kampar Kiri guna proses pemakaman.
Mitigasi Konflik Satwa, Perusahaan Diminta Gandeng BKSDA
Pihak kepolisian bergerak cepat mengantisipasi konflik susulan antara manusia dan satwa dilindungi tersebut. IPDA Fernando Purba menegaskan telah mengarahkan pihak perusahaan untuk segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.
”Kami mengimbau kepada seluruh perusahaan dan karyawan yang bekerja di area perkebunan dan hutan agar meningkatkan kewaspadaan. Jangan keluar sendirian pada malam hari, dan segera melapor jika melihat jejak atau keberadaan satwa buas,” tegas Kasubsektor Pelalawan.
Ke depan, pihak kepolisian bersama BKSDA Riau dan pihak perusahaan akan menggelar patroli gabungan serta memasang papan imbauan di titik-titik rawan. Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi Call Centre 110 jika menemukan situasi darurat atau potensi bahaya di lapangan. (FC)
Penulis: YKZ
Editor: INR







