PEKANBARU, faktacepat.id – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) M. Natsir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) sukses menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) Akbar 2026. Kegiatan kaderisasi wajib bagi mahasiswa angkatan 2025 ini resmi dibuka pada Kamis (25/6/2026) dan dibagi ke dalam dua gelombang demi menjaga efektivitas proses pembinaan.
DAD Akbar tahun ini diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa FEB UMRI angkatan 2025. Selain menjadi wadah penguatan nilai keislaman, kepemimpinan, dan ideologi Muhammadiyah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pemenuhan syarat Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Pembukaan acara dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II UMRI, Assoc. Prof. Dr. Baidarus, M.M., M.Ag., Dekan FEB UMRI, seluruh Ketua Program Studi di lingkungan FEB, dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta jajaran instruktur dan panitia.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UMRI, Baidarus menekankan bahwa DAD merupakan fase krusial untuk membentuk karakter mahasiswa.
“Darul Arqam Dasar adalah tahapan penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki integritas, kepemimpinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Kami berharap seluruh peserta mampu menjadikan proses kaderisasi ini sebagai bekal untuk menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Baidarus.
Ketua Pelaksana DAD Akbar 2026, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa manajemen pembagian dua gelombang ini sengaja diterapkan untuk mengantisipasi besarnya jumlah peserta agar materi perkaderan tersampaikan secara optimal.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik. Dengan jumlah mahasiswa angkatan 2025 yang terdata sekitar 500 orang, pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang agar proses kaderisasi tetap berjalan efektif. Kami berterima kasih kepada pimpinan universitas, fakultas, dosen AIK, instruktur, dan seluruh panitia yang telah menyukseskan agenda ini,” ungkap Abdul Rahman.
Melalui DAD Akbar 2026, PK IMM M. Natsir FEB UMRI menargetkan lahirnya kader-kader baru yang memiliki integritas tinggi, wawasan keislaman yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta semangat berkemajuan untuk menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Penulis: Abdul Rahman
Editor: INR







