Pelalawan, Faktacepat.id – Penuh suasana haru dan tangis bahagia menyelimuti acara Haflah Akhirussanah Siswa-siswi Kelas IX MTs Darul Falah Tahun Pelajaran 2025/2026. Seluruh wali murid, dewan guru, serta para siswa yang hadir tampak larut dalam emosi saat salah seorang siswi, Annisa, mewakili teman-temannya untuk menyampaikan pesan dan kesan selama menempuh pendidikan di MTs Darul Falah.
Dengan suara bergetar menahan tangis, Annisa menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh guru atas segala sikap dan tingkah laku para siswa selama tiga tahun belajar di madrasah tersebut.
“Tanpa bimbingan dan kesabaran Bapak serta Ibu Guru, kami tidak akan pernah bisa sampai di titik ini,” ungkap Annisa di hadapan para tamu undangan.
Suasana semakin menyentuh ketika Kepala MTs Darul Falah, Ibu Riza Fadillah, S.Pd., memberikan sambutan penuh makna kepada para siswa.
“Kami memarahi dan mendisiplinkan kalian bukan karena benci, tetapi karena rasa cinta dan kasih sayang agar kalian kelak menjadi pribadi yang sukses dan berguna di masa depan,” tuturnya.
Kegiatan Haflah Akhirussanah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Bapak Dr. Sudur, S.Fil.I., M.Pd. yang mewakili Kakan Kemenag Pelalawan, Bapak Dedy Prianto, S.Pd. selaku Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Bapak Muhaimin, S.Pd. mewakili Camat Langgam, Bapak Zamhasri, S.Th.I. selaku Kepala KUA Langgam, Ibu Diana Herawati mewakili Lurah Langgam, Nasrullah, S.Pd.I. selaku Datuk Penghulu Besar Langgam, serta Bapak Jamris, A.Ma. Ketua LPM Kelurahan Langgam.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan wali murid kelas IX, Bapak Jasferi, juga menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa.
“Hari perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan kalian. Ini baru tahap ketiga dalam proses menuntut ilmu,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Bapak Muhaimin dalam sambutannya. Ia menjelaskan bahwa jenjang pendidikan di madrasah dimulai dari RA, kemudian MI, MTs, MA hingga perguruan tinggi.
Sementara itu, Bapak Dr. Sudur dalam pidatonya menekankan pentingnya empat hal utama dalam membangun bangsa.
“Untuk membangun negeri ini ada empat hal yang harus dimajukan. Pertama agama, karena agama adalah tonggak utama peradaban. Kedua pendidikan agama seperti madrasah dan perguruan tinggi sebagai tempat generasi muda menuntut ilmu keagamaan. Ketiga akhlak, sebab akhlak yang baik mampu memajukan bangsa dan menyelamatkan umat. Dan yang keempat adalah budaya, karena budaya merupakan bagian penting dari sebuah peradaban,” jelasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol penghijauan di lingkungan madrasah yang dilakukan oleh Bapak Dr. Sudur. Kegiatan ditutup dengan sesi bersalam-salaman antar siswa dan guru serta makan siang bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.*****
Penulis : SKJ
Editor : INR







