Faktacepat.id – Gelombang protes dari kalangan guru madrasah terus meluas. Ratusan tenaga pendidik dari sejumlah madrasah swasta dipastikan akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti aksi nasional SIAGA (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia) yang dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR RI pada 20 Mei 2026.
Aksi tersebut muncul sebagai bentuk keresahan para guru madrasah yang merasa belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait status kepegawaian dan kesejahteraan mereka. Selama bertahun-tahun, guru madrasah dinilai memiliki peran besar dalam dunia pendidikan, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan hak dan perlindungan kerja.
Dalam forum konsolidasi yang digelar sebelumnya, sejumlah organisasi guru madrasah sepakat membawa dua tuntutan utama dalam aksi nanti, yakni pengangkatan guru madrasah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyesuaian tunjangan inpassing berdasarkan lama masa pengabdian.
Koordinator Aksi SIAGA Kabupaten Cilacap, KH. Fatkhudin, mengatakan bahwa hingga kini banyak guru madrasah belum mendapatkan perlakuan yang setara dengan tenaga pendidik lainnya. Ia menilai kondisi tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan perlu segera mendapat perhatian pemerintah.
“Tidak sedikit guru madrasah yang telah mengabdi selama puluhan tahun, tetapi sampai sekarang belum memiliki kepastian status kepegawaian. Kami menilai kondisi ini harus segera dibenahi,” ujarnya, Senin (11/05/26).
Menurut Fatkhudin, perjuangan guru madrasah bukan semata-mata berkaitan dengan status pekerjaan, melainkan juga bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membangun pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.
Dorong Uji Materi UU ASN
Selain menyuarakan pengangkatan ASN, peserta aksi juga mendesak pemerintah untuk mendukung uji materi Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 di Mahkamah Konstitusi. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih adil bagi guru madrasah untuk memperoleh status ASN.
Persoalan tunjangan inpassing juga menjadi perhatian utama dalam aksi SIAGA. Para guru menilai sistem yang berlaku saat ini belum mencerminkan masa kerja maupun pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Sekretaris Aksi SIAGA Kabupaten Cilacap, Mohamad Toha, menyebut ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah siap menyatukan suara demi memperjuangkan hak-hak mereka.
“Kami berharap pemerintah dan DPR RI benar-benar mendengar aspirasi guru madrasah. Jangan sampai para pendidik yang berperan mencetak generasi bangsa justru masih hidup dalam ketidakpastian kesejahteraan,” katanya.
Simbol Kebangkitan Guru Madrasah
Bendahara SIAGA Kabupaten Cilacap, Nishfatul Azizah, menilai pelaksanaan aksi yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna tersendiri bagi para guru madrasah.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi simbol bangkitnya perjuangan guru madrasah di berbagai daerah untuk memperoleh hak dan perlakuan yang lebih adil.
“Bagi kami, Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan seremonial. Ini menjadi simbol semangat baru bagi guru madrasah untuk memperjuangkan hak-hak yang selama ini belum terpenuhi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa aksi serupa berpotensi kembali digelar dengan skala lebih besar apabila tuntutan guru madrasah belum mendapatkan respons nyata dari pemerintah maupun DPR RI.
“Kami tentu berharap ada ruang dialog yang terbuka dan solusi yang jelas. Namun jika aspirasi ini kembali diabaikan, kemungkinan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar bisa saja terjadi di berbagai daerah,” tutupnya.
Penulis : SKJ
Editor : INR







