PEKANBARU (faktacepat.id) – Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat untuk memfungsikan kembali aset-aset daerah yang terbengkalai. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, melakukan inspeksi langsung ke Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, pada Jumat (22/5/2026). Stadion megah eks arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 tersebut ditargetkan segera beroperasi secara maksimal dalam waktu dekat.
Melansir informasi resmi dari situs mediacenter.riau.go.id, fokus utama pembenahan akan menyasar area basement stadion yang memiliki banyak ruang kosong.
”Banyak ruangan di sini yang awalnya dibangun untuk menampung berbagai aktivitas. Potensi ini yang akan kita maksimalkan. Semua ruangan akan segera diperbaiki dan dibenahi,” ujar SF Hariyanto di sela-sela peninjauannya.
Kantor KONI Riau Bakal Digeser
Salah satu poin krusial dalam instruksi Plt Gubri adalah pemindahan Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau. Kantor yang saat ini beroperasi di Jalan Gajah Mada akan dikosongkan total dan seluruh aktivitasnya dipusatkan ke Stadion Utama Riau.
”Kami meminta KONI segera berkantor di sini. Fasilitas seperti meja dan perlengkapan kerja dari kantor lama akan dipindahkan. Jika masih ada kekurangan fasilitas, Pemprov yang akan menambahnya,” tegasnya.
64 Cabang Olahraga Disatukan dalam Satu Kawasan
Tak hanya KONI, SF Hariyanto juga memerintahkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau untuk segera bersinergi dengan Dinas PUPR-PKPP. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyusun skema penataan dan desain ruangan bagi cabang olahraga (cabor).
Tercatat ada sekitar 64 cabor yang nantinya diwajibkan memindahkan sekretariat mereka ke Stadion Utama. Jika kapasitas ruangan sangat luas, satu ruangan besar akan disekat menjadi dua atau tiga bagian agar bisa menampung beberapa cabor sekaligus.
Strategi Menekan Angka Kriminalitas
Selain demi efisiensi dan optimalisasi fungsi aset daerah, langkah pengaktifan stadion ini juga menjadi strategi Pemprov Riau untuk menekan angka kriminalitas di sekitar kawasan Naga Sakti. Selama ini, area stadion kerap dikeluhkan rawan aksi pencurian fasilitas, pembegalan, hingga perilaku menyimpang masyarakat akibat kondisi sepi.
”Kalau seluruh aktivitas olahraga dipusatkan di sini, suasana stadion akan hidup dari pagi sampai malam. Ramainya aktivitas tentu akan meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan dan menghilangkan perilaku negatif di sekitar sini,” tambah SF Hariyanto.
Sebagai langkah pengamanan tambahan, Pemprov Riau berencana membangun pagar pembatas di sekeliling area stadion. Dispora Riau juga diminta menyiagakan 5 hingga 6 personel keamanan (satpam) untuk menjaga situasi kondusif, sementara seluruh biaya operasional listrik akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Pemprov Riau.
Sumber Berita: Diolah dari jurnalisme warga/rilis resmi mediacenter.riau.go.id
Penulis: YLW
Editor: INR







