VIRAL JELANG 17 AGUSTUS: Buku Mahasiswa USU & Ahli Gizi Muhammad Ja’far Hasibuan Dibedah Secara Internasional di FKM UI

JAKARTA, FAKTACEPAT.ID — Sebuah tonggak penting dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi kesehatan nasional tercatat di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

​Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Internasional bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

​Kisah inspiratif Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa S2 Gizi Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Sumatera Utara (USU), kini semakin viral dan menjadi sorotan publik menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Buku yang mendokumentasikan perjalanan hidupnya dari seorang anak desa bermodal Rp70.000 hingga menjadi penemu Biofar SS ini diakui secara internasional dan kini resmi dijadikan referensi akademik dunia.

​Apresiasi pun mengalir deras dari mancanegara. Salah satu pembaca luar negeri menyampaikan keterpikatannya terhadap karya ini:

​”Your book looks interesting! I’d love to introduce it to my reading community.”

(Buku Anda tampak sangat menarik! Saya ingin sekali memperkenalkannya kepada komunitas pembaca saya).

​Apresiasi hangat dari luar negeri tersebut semakin membuktikan bahwa perjuangan anak desa asal Sumatera Utara ini mampu menyentuh hati masyarakat global. Menjelang Hari Kemerdekaan RI, namanya semakin harum dan menjadi kebanggaan bersama.

​Dukungan Lintas Lembaga dan Restu Kapolri

​Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (13/08/2026), Ja’far menjelaskan bahwa agenda yang diselenggarakan oleh Mega Press Nusantara, Perpustakaan Nasional RI, IKAPI, Kemenpora RI, serta FKM UI ini diikuti secara antusias oleh sekitar 500 peserta luring dan 1.500 peserta daring.

​Acara peluncuran buku mahasiswa Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat FKM USU (NIM 257032012) ini diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diwakili oleh perwakilan pimpinan Polri.

​“Peluncuran ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah berstandar internasional yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Ja’far.

​Perjuangan Yatim, Jualan Roti, hingga Inovasi Biofar SS

​Dalam bukunya, Ja’far menuangkan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Merantau hanya bermodalkan uang Rp70.000, ia membiayai studinya sendiri dengan berjualan roti.

​Tantangan keterbatasan akses dan ekonomi tidak menyurutkan langkahnya melakukan riset lapangan, pengujian laboratorium, hingga uji coba di masyarakat. Dari ketekunan itulah lahir inovasi Biofar SS.

​Sebagai ahli gizi dan praktisi pengobatan gratis yang telah ditekuni selama puluhan tahun, Ja’far secara konsisten memanfaatkan penemuannya untuk menyembuhkan masyarakat kurang mampu tanpa memungut biaya.

​Ia mengungkapkan bahwa kepercayaan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi amanah besar yang terus mendorong keberlanjutan penelitiannya.

​“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi teruji agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

​Integrasi Teori Tingkat Tinggi dan Metode Manajemen Systematised

​Buku setebal lebih dari 400 halaman ini didukung lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Keunggulannya terletak pada integrasi antara pengalaman hidup autentik dengan berbagai teori ilmiah bereputasi dunia.

​Kerangka teoritis dan metodologi yang diusung dalam buku ini meliputi:

​Grand Range Theories: Teori Modal Sosial & Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, serta Teori Keadilan Kesehatan dan Determinan Sosial Kesehatan.

​Mid-Range Theories: Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Resiliensi (Ordinary Magic), Growth Mindset, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).

​Manajemen Terapan: Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, metode RACI, serta Work Breakdown Structure (WBS).

​Melalui pendekatan tersebut, kisah hidup Ja’far dianalisis secara ilmiah sebagai model bagaimana hambatan hidup dapat ditransformasikan menjadi modal karakter, inovasi terapan, serta kontribusi sosial nyata.

​Apresiasi Tokoh, Rekomendasi S3 Harvard & Ikon Pemuda

​Acara dibuka secara resmi oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., dengan sambutan yang dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.

​Mabes Polri menegaskan bahwa karya Ja’far membuktikan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, dan kepedulian sosial.

​Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., memberikan nilai akademik tinggi pada karya ini karena berhasil menghubungkan pengalaman empiris dengan teori mutakhir. Prof. Adang bahkan merekomendasikan Muhammad Ja’far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.

​Apresiasi senada disampaikan Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP (WD II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung) dan Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes. (Guru Besar FKM USU) yang mengagumi ketangguhan resiliensi serta integritas Ja’far.

​Dari pihak pemerintah, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng. (Kemenpora RI) menetapkan Ja’far sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI, sementara Perpustakaan Nasional RI menetapkan bukunya sebagai koleksi referensi nasional.

​Menutup keterangannya, Ja’far menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas beasiswa dan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menempuh studi S2 di USU.

​Semua ilmu dan amanah tersebut, tegas Ja’far, akan terus diabdikan untuk kemaslahatan masyarakat luas dan kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

 

​METADATA:

Redaksi: Jakarta | Kategori: Nasional / Edukasi & Kesehatan | Tanggal: 14 Agustus 2026

 

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *