Padang,Faktacepat.id — Pengurus Wilayah Ikatan Putra Putri Indonesia (PW IPPI) Sumatera Barat menggelar konsolidasi lintas organisasi pada Rabu (22/7/2026) sebagai persiapan menjelang Aksi Jilid III. Aksi ini menyoroti berbagai carut-marut pengelolaan di RUTAN Kelas IIB Anak Aia Padang serta lemahnya pengawasan dari Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kanwil IMIPAS) Sumatera Barat.
Konsolidasi yang berlangsung di Kota Padang tersebut melibatkan sejumlah elemen kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan, di antaranya PW PERISAI Sumbar (Pertahanan Ideologi Serikat Islam), PPNI BADKO Sumbar (Pemuda Peduli Negeri Indonesia), dan GMMP Sumbar (Garda Muda Merah Putih). DPD KNPI Kota Padang juga turut mengonfirmasi keterlibatan penuh dalam barisan Aksi Jilid III mendatang.
Dua Titik Aksi Utama: Kanwil IMIPAS dan Rutan Anak Aia Aksi Jilid III rencananya akan menyasar dua titik vital, yakni Kantor Wilayah IMIPAS Sumatera Barat dan RUTAN Kelas IIB Anak Aia Padang. Penambahan Kanwil IMIPAS Sumbar sebagai fokus utama lantaran dinilai bertanggung jawab secara struktural atas pengawasan pemasyarakatan di wilayah Sumatera Barat.
Perwakilan PW IPPI Sumbar, Rahmad, saat diwawancarai menegaskan:
“Hari ini kami menggelar konsolidasi dalam rangka menuju Aksi Jilid III yang akan diadakan di dua titik aksi, yaitu di Kanwil IMIPAS Sumbar dan RUTAN Anak Aia Kelas IIB Padang. Alhamdulillah, hadir perwakilan dari Perisai, PPNI, dan GMMP Sumbar, serta tadi pagi KNPI Kota Padang juga mengonfirmasi keterlibatannya. Pasca Aksi Jilid II kemarin, tekad kami makin bulat: aksi ini tidak akan berhenti sampai Karutan serta Kakanwil IMIPAS Sumbar dicopot dari kursi empuknya!”
Akar Masalah dan Tuntutan Massa Aksi
Aksi Jilid III merupakan puncak kekecewaan massa aksi menyusul pengakuan Kepala Rutan (Karutan) terkait dugaan keterlibatan oknum petugas dalam praktik ilegal, serta dugaan pembiaran kerusakan alat deteksi keamanan yang dibiarkan mangkrak sejak November 2025. Sikap pasif dan tertutup dari Kanwil IMIPAS Sumatera Barat terhadap permintaan audiensi publik kian membakar amarah koalisi pemuda ini.
Dalam surat pemberitahuan resmi yang telah dilayangkan, koalisi melayangkan serangkaian tuntutan tegas:
Pencopotan Pejabat Terkait: Desakan pencopotan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) IMIPAS Sumbar, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas), dan Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Anak Aia Padang.
Penindakan Oknum & Program Zero HALINAR: Penindakan hukum dan sanksi tegas terhadap oknum petugas yang terlibat praktik ilegal, serta penuntasan program Zero HALINAR (HP, Pungli, dan Narkoba) secara realistis.
Kesetaraan Hak Tahanan: Penghapusan segala bentuk diskriminasi perlakuan terhadap para tahanan.
Audit & Transparansi Anggaran: Audit menyeluruh atas alat deteksi keamanan yang rusak sejak November 2025, keterbukaan data pengadaan alat, serta pengusutan tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran pemeliharaan oleh pihak berwenang.
Dengan bergabungnya koalisi pemuda dan ormas di Padang, tekanan publik dipastikan akan terus menguat hingga jajaran pimpinan Kanwil IMIPAS Sumbar dan RUTAN Anak Aia Padang mengambil langkah konkret atau mengundurkan diri dari jabatannya.







