TELUK MERANTI, Faktacepat.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pelalawan dalam beberapa hari terakhir membawa dampak signifikan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran yang terjadi di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, kini dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Curah hujan yang turun sejak Sabtu (4/4/2026) hingga Ahad (5/4/2026), yang merupakan bagian dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), turut mempercepat proses pemadaman api di lokasi tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, menyampaikan bahwa seluruh titik api di Desa Gambut Mutiara telah berhasil ditangani.
“Seluruh titik api sudah padam. Hujan yang turun sangat membantu proses pemadaman di lapangan,” ujarnya, Ahad (5/4/2026).
Meski kondisi sudah terkendali, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Regu Pemadam Kebakaran dari perusahaan sekitar, masih tetap bersiaga untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.
Ia menjelaskan, apabila dalam pemantauan tidak ditemukan lagi potensi kebakaran, maka seluruh personel gabungan akan ditarik dari lokasi pada Senin (6/4/2026).
“Jika kondisi tetap aman, tim akan kembali ke satuan masing-masing,” tambahnya.
Zulfan juga menyebutkan bahwa dengan padamnya api di wilayah tersebut, kondisi karhutla di Kabupaten Pelalawan saat ini mendekati nol. Sebelumnya, titik api di Kecamatan Kuala Kampar dan Bunut juga telah berhasil dipadamkan pada pekan lalu.
Upaya pemadaman sendiri telah berlangsung sekitar dua pekan sejak api pertama kali terdeteksi pada 19 Maret 2026 di lahan perkebunan sawit milik masyarakat. Api dengan cepat meluas karena kondisi lahan gambut yang kering serta didominasi vegetasi mudah terbakar seperti semak belukar dan pelepah sawit kering.
Proses pemadaman dilakukan secara intensif melalui jalur darat dan udara. Selain penyemprotan langsung di lapangan, satu unit helikopter dari BNPB juga dikerahkan untuk melakukan water bombing.
Namun, tim di lapangan menghadapi berbagai kendala, mulai dari suhu panas, angin kencang, hingga asap tebal yang mengganggu jarak pandang. Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan serta keterbatasan sumber air turut menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi lahan gambut yang dalam, bahkan mencapai beberapa meter, juga membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan secara total tanpa dukungan dari udara.
Meski demikian, kerja keras tim gabungan yang didukung turunnya hujan akhirnya membuahkan hasil, dengan seluruh titik api di Desa Gambut Mutiara berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Penulis : YZA
Editor : INR







