
Memutus Rantai Polarisasi Afektif: Menyelamatkan Demokrasi Digital dari Rumah Kaca Sektarian
Oleh: Rohinur Annasari Harahap (Mahasiswa Pascasarjana, 18/9/26) Riau, faktacepat.id – Di era ketika arena diskursus publik bergeser secara masif dari alun-alun fisik ke jejaring gawai, terjadi transformasi mendasar dalam cara warga berinteraksi dan berpolitik. Demokrasi digital, yang pada awal kelahirannya digadang-gadang sebagai wahana pembebasan informasi, perataan akses kekuasaan, dan penyempurnaan ruang deliberatif, kini justru memperlihatkan…


