Pangkalan Kerinci, Faktacepat.id – Di sebuah sudut Kota Pangkalan Kerinci, senyum sederhana terpancar dari wajah Nenek Yanti (60). Dengan tangan bergetar, ia menggenggam uang yang baru diterimanya. Bagi dirinya, bantuan itu bukan sekadar nominal, melainkan harapan yang kembali hadir di masa senja.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu,” ucapnya pelan.
Sejak hadirnya Z Park Kerinci Skyland, kehidupan Yanti perlahan mengalami perubahan. Jika sebelumnya ia tak pernah merasakan bantuan rutin, kini setiap bulan ia menikmati hasil dari kawasan wisata yang tak hanya ramai pengunjung, tetapi juga membawa manfaat sosial bagi masyarakat.
Pada Senin (13/4/2026), Z-Park kembali menyalurkan keuntungan kepada 420 mustahik yang menjadi bagian dari kepemilikan utama destinasi wisata tersebut. Masing-masing penerima memperoleh Rp1.300.000 setelah Lebaran. Jumlah penerima manfaat pun meningkat dari sebelumnya 400 orang menjadi 420 orang, menandakan perkembangan yang terus berjalan.
Selama setahun beroperasi, total manfaat yang diterima setiap mustahik telah mencapai Rp4.300.000. Secara keseluruhan, sekitar Rp1,7 miliar keuntungan telah dibagikan kepada para penerima manfaat.
Bagi sebagian orang, angka itu mungkin terlihat biasa. Namun bagi Nenek Yanti dan ratusan warga lainnya, bantuan tersebut menjadi penopang hidup yang sangat berarti.
“Dulu tidak ada seperti ini. Sekarang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Di balik capaian tersebut, terdapat konsep berbeda yang diusung Z-Park. Tempat ini tidak hanya hadir sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.
Pengelola Z-Park, Rahmad Basuki, menjelaskan bahwa sejak awal kawasan wisata ini dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Z-Park bukan hanya tempat hiburan. Ini milik para mustahik, dan kami ingin mereka merasakan hasilnya secara nyata,” ujarnya.
Dampak keberadaan Z-Park juga mulai menjalar ke sektor lain. Pelaku UMKM mendapat ruang usaha di dalam kawasan wisata, mulai dari warung kecil, penjual minuman, hingga pedagang makanan. Selain itu, anak-anak muda juga memperoleh kesempatan kerja yang sebelumnya tidak mudah didapatkan.
Dari sekadar tempat rekreasi, Z-Park kini perlahan tumbuh menjadi simbol harapan baru di Kabupaten Pelalawan.
Setiap pengunjung mungkin hanya melihat wahana permainan dan panorama yang menarik. Namun di balik itu, tersimpan kisah tentang perubahan hidup para mustahik yang kini bukan sekadar penerima bantuan, melainkan bagian dari perjalanan ekonomi bersama.
Di akhir perbincangan, Nenek Yanti kembali menebar senyum penuh syukur.
“Semoga Z-Park terus berkembang, supaya kami juga terus merasakan manfaatnya.”
Di tengah riuh wisata dan tawa para pengunjung, harapan itu terus tumbuh perlahan namun pasti.
Penulis : YZA
Editor : INR







