PEKANBARU, Faktacepat.id — Hari ini, Jumat, 17 Juli 2026, dunia pers, sastra, dan kebudayaan Melayu di Riau berselimut rasa syukur yang mendalam. Tokoh puncak pers dan budayawan terkemuka, Datuk Seri Haji Rida K Liamsi, resmi menapaki usia ke-84 tahun. Momentum milad sang maestro kali ini terasa kian istimewa karena bersanding langsung dengan perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) tahun 2026 yang digelar secara khidmat di Bumi Lancang Kuning.
Datuk Seri Haji Rida K Liamsi bukan sekadar sebuah nama, melainkan pilar penting dalam sejarah modern peradaban literasi Riau dan Indonesia. Beliau dikenal luas sebagai inisiator sekaligus penggagas lahirnya Hari Puisi Indonesia. Di kancah persuratkabaran, rekam jejak beliau tak tertandingi; sebagai pendiri Riau Pos Group, beliau sukses meletakkan fondasi media lokal yang kuat dan disegani. Ketokohan beliau diakui secara organisatoris melalui amanah memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau selama dua periode, serta menakhodai Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau juga selama dua periode.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang sang budayawan, Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting mentaja perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 dengan menggelar acara baca dan lomba puisi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Anjungan Kampar, kawasan Bandar Serai (Purna MTQ), Kota Pekanbaru. Perhelatan budaya ini berlangsung pada hari Jumat, 17 Juli 2026, mulai pukul 14:00 hingga 17:30 WIB, menghadirkan atmosfer sastra yang kental dan sarat akan nilai-nilai estetika.
Apresiasi dan Ucapan Milad dari Anggota DPRD Riau
Kehadiran para tokoh lintas sektor semakin menegaskan betapa besarnya pengaruh Datuk Seri Rida K Liamsi di Riau. Di sela-sela kemeriahan acara, Anggota DPRD Provinsi Riau, Bapak Abdullah, S.Pd., yang turut hadir memberikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan perayaan HPI 2026 serta menyampaikan ucapan selamat milad secara langsung.
Kutipan Langsung Bapak Abdullah, S.Pd. (Anggota DPRD Riau):
“Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Rumah Sunting yang sukses mentaja perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 di Anjungan Kampar ini. Acara seperti ini menjadi benteng penting dalam merawat identitas dan tamadun Melayu lewat seni sastra.”
”Secara khusus, takzim dan ucapan tahniah saya haturkan untuk guru kita bersama, Datuk Seri Haji Rida K Liamsi, atas miladnya yang ke-84 tahun. Beliau adalah teladan nyata bagaimana mengawinkan dunia pers dengan kekuatan budaya secara konsisten. Semoga di usia yang ke-84 ini, Datuk senantiasa dianugerahi kesehatan yang prima, keberkahan umur, dan tak henti-hentinya mengalirkan inspirasi emas bagi generasi muda Riau.”
Semarak Kehadiran Para Tokoh dan Penyair
Acara yang dimotori oleh Mak Kunni Masrohanti selaku founder Rumah Sunting ini menjadi ajang berkumpulnya para penyair, akademisi, pejabat, dan tokoh masyarakat Riau. Berdasarkan catatan kehadiran, sejumlah nama besar turut ambil bagian dalam melantunkan bait-bait puisi indah serta memberikan doa terbaik.
Di antara deretan penyair terkemuka yang hadir dan membacakan karya mereka adalah:
Bapak A. Aris Abeba (Imam Panggung Toktan)
Bapak Fakhrunnas MA Jabbar (Sastrawan dan Tokoh Pers)
Bapak Husnu Abadi (Akademisi dan Budayawan)
Bapak Hang Kafrawi (Sastrawan dan Sutradara Teater)
Bapak Jefry Al Malay (Seniman Musik dan Puisi)
Bapak Kazzaini Ks (Budayawan Utama Riau)
Mak Kunni Masrohanti (Penyair Perempuan dan Pendiri Rumah Sunting)
Bapak Mosthamir Thalib (Sastrawan Senior)
Ibu Mulyati Umar (Tokoh Perempuan dan Penyair)
Datuk Seri Lela Pujangga Rida K Liamsi (Sang Guru dan Inisiator)
Datuk Seri Taufik Ikram Jamil (Ketua Umum DPH LAM Riau / Sastrawan)
Ibu Willy Ana (Penyair asal Jakarta)
Tidak hanya dari kalangan penyair murni, panggung budaya di Anjungan Kampar juga digetarkan oleh pembacaan puisi dari jajaran tokoh masyarakat, akademisi, dan pejabat publik lainnya, seperti Bapak Prof. Alaidin Koto, Bapak Dodi Irawan (Anggota DPRD Riau Fraksi PAN), Bapak Kristanto Januardi S.S., MM (Kepala BPKebudayaan Riau), Ibu Sri Mekka (Permaisuri Kerajaan Rokan), Bapak Dr. H. Saidul Amin (Rektor UMRI), Ibu Dr. Umi Kulsum S.S., M.Hum (Kepala Balai Bahasa Riau), serta Bapak Prof. Junaidi (Rektor Unilak).
Hadir pula deretan sastrawan muda, penggerak literasi, dan perwakilan komunitas seni, di antaranya Kakak Mawar, Bapak Azhar, Kakak Wahyu Oktafiani, Kakak Dini Novira, Abang Abdul Hapiz AR, Bapak Nugroho Noto Susanto, Ibu Siti Zubaidah, Adek Alya Sapri Nayla, Bapak Cak Winda, Abang Muhammad Asqalani Eneste, Eko Ragil, Lailywati, Kasih Putri Pane, Ny. Ayu Siti Julaiha, Revi Maulana, Nawaitu Fliora Linchpin, Khori, Afdalul Fahri, Safrudin Shaleh, dan para pegiat TBM lainnya.
Rangkaian acara ditutup manis dengan pemutaran film dokumenter Hari Puisi Indonesia, kejutan testimoni milad, ramah tamah, serta sesi foto bersama seluruh tokoh dan komunitas seni yang memadati Anjungan Kampar.
Penulis: YLW
Editor: INR







