Kemnaker Kolaborasi dengan TikTok, Dorong Penguatan SDM Digital dan Perluasan Kesempatan Kerja

Jakarta, Faktacepat.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin sinergi dengan TikTok Indonesia guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi digital. Kerja sama ini diwujudkan melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok) yang berfokus pada peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) tenaga kerja.

Kesepahaman bersama yang ditandatangani kedua pihak menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja berbasis digital yang terus berkembang.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa kerja sama ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, yang kini menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada 2025, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara, dengan sektor e-commerce sebagai penyumbang utama.

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak hanya menciptakan pasar baru, tetapi juga mengubah pola kerja masyarakat. Platform digital kini berkembang menjadi ruang produktif yang membuka beragam peluang usaha dan pekerjaan, mulai dari reseller, dropshipper, kreator konten, hingga pelaku affiliate marketing.

“Transformasi digital menghadirkan peluang penghasilan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, di mana konsumen menemukan produk lewat konten yang menarik dan informatif. Ini membuka jenis pekerjaan baru yang menuntut keterampilan khusus,” ujar Yassierli saat peluncuran program di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski peluang semakin luas, ia menilai tantangan terbesar masih terletak pada kesiapan keterampilan digital masyarakat. Banyak tenaga kerja yang belum menguasai strategi konten, teknik pemasaran digital, maupun analisis pasar. Oleh karena itu, pelatihan yang praktis dan aplikatif dinilai krusial agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata.

Program BISA Bareng TikTok dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Selain itu, program ini juga menyiapkan instruktur nasional melalui skema training of trainers (ToT) guna memperluas jangkauan pelatihan.
Pada tahap awal, program ini diikuti oleh 1.400 peserta yang terdiri dari 400 peserta luring dan 1.000 peserta daring. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti instruktur pemerintah dan swasta, tim humas Kemnaker, serta masyarakat umum termasuk calon kreator, pelaku UMKM, hingga pencari kerja.

Materi pelatihan mencakup dua fokus utama, yakni pelatihan TikTok Live Streaming Host serta pengembangan talenta content commerce. Para instruktur yang telah mengikuti pelatihan nantinya akan ditugaskan untuk melatih masyarakat di berbagai balai pelatihan kerja.

Yassierli menargetkan program ini mampu mencetak hingga 100.000 alumni dalam setahun. Ia berharap, lulusan program tersebut tidak hanya terserap di dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha mandiri di sektor digital.

Pelatihan ini menggunakan pendekatan hands-on workshop dan learning by doing, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan pembuatan konten, strategi promosi, hingga teknik penjualan berbasis digital.

Pemerintah juga mengapresiasi komitmen TikTok dalam mendukung pengembangan vokasi nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang besar, tetapi juga memiliki tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

“Sinergi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan,” ujar Yassierli.

Senada dengan itu, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyebut bahwa peluang di sektor digital semakin terbuka luas, meskipun belum semua masyarakat memiliki akses keterampilan yang memadai.

Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan pelatihan praktis sekaligus mendukung pengembangan kurikulum bagi para pelatih dan masyarakat umum, baik sebagai kreator konten, pelaku usaha digital, maupun affiliate.

“TikTok merupakan platform yang inklusif, di mana siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang, menjangkau audiens, dan menciptakan peluang ekonomi,” ujarnya.

Program BISA Bareng TikTok juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, termasuk praktisi HR, kreator konten, hingga tim internal TikTok Indonesia.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan ekosistem ekonomi digital Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing nasional di era transformasi digital.

 

Penulis : YZA

 

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *