PEKANBARU, Faktacepat.id – Sepanjang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, bergerak aktif menyambangi masyarakat melalui agenda Safari Ramadan yang tersebar di 20 lokasi pada berbagai kecamatan. Kegiatan maraton ini dioptimalkan sebagai wadah silaturahmi, menyerap langsung aspirasi warga, sekaligus menyalurkan stimulus pembangunan keagamaan dan sosial.
Dalam setiap kunjungannya, Wako Agung turut didampingi Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch, Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Ketua TP PKK Sulastri Agung, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan Baznas Pekanbaru.
Komitmen Dorong Operasional Masjid dan Digitalisasi Dakwah
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap sarana ibadah, Pemerintah Kota Pekanbaru menyerahkan bantuan dana pembangunan sebesar Rp100 juta untuk setiap masjid yang dikunjungi. Agung bahkan menegaskan, pemerintah daerah siap mengupayakan dukungan anggaran yang lebih besar jika operasional renovasi rumah ibadah memang membutuhkan alokasi ekstra.
“Kami serahkan stimulus stimulus awal sebesar seratus juta rupiah secara simbolis. Nanti jika dalam proses pembangunannya membutuhkan anggaran hingga Rp500 juta, kita akan upayakan bantu semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas kemampuan daerah,” pungkas Agung di sela agenda safarinya, Selasa (3/3/2026).
Tidak hanya mengandalkan pos APBD, Pemko Pekanbaru juga menggandeng dana kemitraan CSR dari Bank Riau Kepri (BRK) Syariah serta mendayagunakan penyaluran lewat Baznas. Menariknya, tiap masjid juga dihadiahi satu unit Smart TV 43 inci sebagai media penunjang program dakwah berbasis digital.
Di samping itu, berbagai paket bantuan sosial turut diserahkan kepada masyarakat rentan, mulai dari alat bantu dengar, kursi roda, kaki palsu, hingga modal kemitraan usaha. Sektor pendidikan juga mendapat porsi lewat santunan beasiswa sebesar Rp850 ribu untuk pelajar SD dan Rp1 juta bagi siswa tingkat SMP.
Tuntaskan Utang Rp470 Miliar, Genjot Infrastruktur dan Atasi Banjir
Momen tatap muka dengan warga ini juga dimanfaatkan Agung untuk memaparkan transparansi kinerja dan capaian pembangunan kota. Ia mengisahkan, di fase awal menakhodai Pekanbaru bersama Markarius Anwar, pemerintah sempat dibebani persoalan utang tunda bayar senilai Rp470 miliar.
“Berkat tata kelola yang baik, alhamdulillah kewajiban utang Rp470 miliar tersebut sukses kita lunasi secara total pada tahun 2025 lalu,” beber Agung.
Meski sempat mengalami pengetatan anggaran, pembenahan fasilitas publik terus dipacu. Target pengerjaan jalan dengan metode overlay (aspal ulang) terbukti melampaui ekspektasi awal dari 20 kilometer menjadi 42 kilometer. Di sisi lain, proyek mitigasi banjir setidaknya telah berhasil mengurai kendala di 20 titik rawan genangan kota.
Inisiasi Gerakan Sekolah Bebas Putus Asa dan Revitalisasi Budaya
Pada urusan jaminan sosial dan SDM, Pemko Pekanbaru sukses meluncurkan gerakan nihil anak putus sekolah, di mana 1.778 anak berhasil dikembalikan ke ruang-ruang kelas untuk belajar. “Kami berkomitmen penuh agar tidak ada lagi anak-anak di Pekanbaru yang kehilangan hak pendidikannya,” serunya tegas.
Sedangkan di klaster kesehatan, pemerintah gencar menangani kasus stunting yang menjangkau 3.000 anak serta mengalokasikan stimulus jaminan kesehatan bagi warga miskin sebesar Rp80 miliar lewat integrasi BPJS Kesehatan.
Saat menggelar kunjungan di wilayah historis Senapelan, Agung secara khusus menyelipkan pesan kebudayaan. Dirinya mencanangkan penguatan destinasi sejarah seperti Rumah Singgah Tuan Kadi serta gelaran tradisi Petang Balimau. Ia juga memiliki visi besar untuk mengubah orientasi tata kota menghadap ke air.
“Sungai Siak tidak boleh lagi diposisikan sebagai halaman belakang atau sekadar area dapur pembangunan. Aliran Sungai Siak harus bertransformasi menjadi beranda depan yang megah bagi Kota Pekanbaru,” ucapnya lugas.
Menutup rangkaian agenda dialogisnya, Agung berpesan agar warga senantiasa menjaga kebersihan, peduli pada pengawasan anak, bergotong-royong, serta taat menunaikan kewajiban pajak demi keberlangsungan program pembangunan.
Penulis: YLW
Editor: INR







