Sukses Gelar PORSENIJAR PGRI Riau 2026, Sekda Siak: Ajang Perkuat Solidaritas Guru

Siak Sri Indrapura, faktacepat.id — Perhelatan akbar Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PORSENIJAR PGRI) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Siak sukses digelar dan resmi ditutup. Ajang bergengsi antar-pendidik se-Bumi Lancang Kuning ini berlangsung meriah dengan menjaring berbagai potensi serta menguatkan tali silaturahmi antar-guru.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Siak, Mahadar, menyampaikan laporan resmi penutupan acara. Dalam penyampaiannya, Mahadar menegaskan bahwa agenda tahunan ini telah berhasil mencapai tujuannya sebagai ruang pemersatu dan ajang konsolidasi solidaritas bagi pahlawan tanpa tanda jasa di seluruh penjuru Provinsi Riau.

​Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Pemersatu Guru

​Dalam laporannya, Mahadar menekankan bahwa filosofi utama dari PORSENIJAR bukanlah semata-mata mencari pemenang atau merebut piala. Lebih jauh dari itu, perhelatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat rasa kekeluargaan, menumbuhkan jiwa sportivitas, serta membangun ikatan persahabatan yang kokoh di antara keluarga besar PGRI.

​”Tahun ini, Kabupaten Siak mendapat kehormatan besar menjadi tuan rumah PORSENIJAR PGRI. Bagi kami, kepercayaan ini bukan hanya sebuah kebanggaan, melainkan amanah besar untuk memberikan pelayanan terbaik dan kenyamanan bagi seluruh kontingen. Kami ingin membuktikan bahwa Negeri Istana Siak adalah negeri yang menjunjung tinggi keramahan, persaudaraan, dan kebersamaan,” ujar Mahadar dalam sambutannya di Siak Sri Indrapura.

​Ia menambahkan, keramahan masyarakat Siak serta kesiapan infrastruktur dan panitia menjadi kunci utama kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga penutupan.

​Pertandingkan 10 Cabang dan Pesan untuk Para Juara

​Seluruh rangkaian ajang PORSENIJAR 2026 sukses mempertandingkan dan memperlombakan sebanyak 10 cabang yang mencakup bidang olahraga, seni, hingga kreativitas pembelajaran dan pendidikan. Mahadar memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya juang, dedikasi, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para guru di setiap gelanggang dan arena kompetisi.

​Secara khusus, panitia menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para kontingen serta peserta yang berhasil mengukir prestasi dan menerima penghargaan pada malam penutupan. Mahadar berpesan agar raihan medali tersebut tidak membuat para peserta berpuas diri, melainkan menjadi pemicu motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi di masa depan.

​Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil membawa pulang medali, Mahadar menegaskan bahwa keberanian mereka untuk tampil dan bertanding sudah merupakan sebuah kemenangan tersendiri.

​”Jangan pernah merasa kalah. Keberanian untuk datang, berlatih, bertanding, dan memberikan yang terbaik adalah sebuah prestasi nyata. Hari ini mungkin belum menjadi juara, tetapi perjuangan hari ini adalah awal dari kemenangan di masa yang akan datang,” ungkapnya membakar semangat para pendidik.

​Warisan Persaudaraan dari Negeri Istana

​Menutup laporan dan sambutannya, atas nama keluarga besar PGRI Kabupaten Siak, Mahadar menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, kontingen dari kabupaten/kota se-Riau, serta segenap pihak yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran bersejarah ini.

​Ia berharap seluruh kontingen yang kembali ke daerah masing-masing dapat membawa kenangan manis dan semangat baru dalam memajukan dunia pendidikan di Provinsi Riau.

​”Semoga dari Kabupaten Siak, kita tidak hanya membawa pulang piala dan penghargaan, tetapi juga membawa pulang persahabatan, persaudaraan, semangat kebersamaan, serta kenangan indah yang akan terus membekas dalam perjalanan PGRI di Provinsi Riau,” pungkas Mahadar.

 

Penulis : YKZ

Editor : INR

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *