FAKTACEPAT.ID, PELALAWAN — Kabut asap tipis yang mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Pelalawan pada Senin (24/8/2026) mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Pelalawan sekaligus Sekretaris DPD PKS Pelalawan, Dedy Prianto, mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah mitigasi konkrit sebelum kondisi kualitas udara memburuk.
Sebagai kader muda PKS yang membidangi pengawasan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Komisi 4, Dedy Prianto menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan warga harus menjadi prioritas utama.
”Kita tidak boleh menunggu sampai asap pekat dan membahayakan baru bergerak. Langkah antisipasi dan mitigasi dini harus segera dijalankan oleh seluruh instansi teknis agar dampaknya tidak meluas ke sektor kesehatan dan pendidikan anak-anak kita,” tegas Dedy Prianto, Senin (24/8/2026).
Dalam keterangannya, Dedy Prianto memaparkan sejumlah poin intervensi yang wajib dilaksanakan secara cepat oleh dinas dan lembaga terkait:
Dinas Kesehatan (Dinkes)
Menyiagakan seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes) 24 jam dengan ketersediaan obat-obatan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan tabung oksigen yang memadai.
Membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, khususnya pengendara jalan raya dan kelompok rentan seperti anak-anak serta lansia.
Membuka posko kesehatan terpadu di titik-titik rawan terdampak asap.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Memantau ketat data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara berkala sebagai acuan kebijakan kegiatan belajar.
Mengimbau seluruh sekolah untuk membatasi atau menghentikan aktivitas di luar ruangan (outdoor).
Menyiapkan skenario penyesuaian jam masuk sekolah atau opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kondisi kualitas udara memburuk.
BPBD, Satpol PP, dan Tim Gabungan (TNI/Polri & Damkar)
Meningkatkan intensitas patroli darat dan udara di lokasi-lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mempercepat pemadaman titik api (hotspot) secara responsif sebelum meluas dan memicu peningkatkan volume asap.
Memaksimalkan peran serta sinergi Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa/kelurahan.
Dedy Prianto berharap sinergi lintas sektor ini dapat bergerak cepat dalam menekan dampak kabut asap di Kabupaten Pelalawan, sehingga kesehatan dan aktivitas masyarakat tetap terjaga.
Penulis: YKZ
Editor: INR







