FAKTACEPAT.ID, PEKANBARU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) FBN Universitas Riau (Unri) menginisiasi program peningkatan ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis digital di Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).
Program ini menyasar para pelaku usaha lokal melalui pendampingan langsung, mulai dari penerapan sistem pembayaran digital hingga penguatan identitas visual usaha.
Kegiatan dimulai dengan tahap observasi dan pendataan langsung ke lapangan. Langkah ini diambil untuk memetakan kondisi riil, mengidentifikasi kendala yang dihadapi para pelaku UMKM, sekaligus menawarkan solusi yang relevan dengan program kerja mahasiswa.
Dari hasil observasi tersebut, tim Kukerta Unri menemukan fakta bahwa sebagian pelaku UMKM di Kelurahan Limbungan belum menyentuh sistem pembayaran digital dan belum memiliki papan identitas usaha yang jelas. Minimnya fasilitas ini dinilai menghambat efisiensi pelayanan konsumen serta membatasi jangkauan pengenalan usaha ke masyarakat luas.
Sebagai solusi konkret, mahasiswa memandu para pelaku UMKM melakukan pendaftaran dan aktivasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pendampingan dilakukan secara one-on-one, mengawal proses registrasi hingga memastikan kode QRIS siap digunakan sebagai opsi pembayaran non-tunai yang sah.
Ketua Kelompok Kukerta FBN Universitas Riau Kelurahan Limbungan, Rocky, menegaskan bahwa program kerja ini dirancang sepenuhnya berdasarkan kebutuhan riil yang ditemukan di lapangan.
“Kami mendatangi UMKM satu per satu untuk melihat kondisi usahanya secara langsung. Dari hasil observasi tersebut, kami menemukan bahwa masih ada pelaku usaha yang belum memiliki QRIS maupun banner usaha. Oleh karena itu, kami berupaya memberikan pendampingan agar mereka dapat memanfaatkan pembayaran digital sekaligus memiliki identitas usaha yang lebih baik,” jelas Rocky.
Tak hanya digitalisasi transaksi, mahasiswa juga membantu pembuatan dan pemasangan banner usaha bagi lapak yang belum memiliki papan informasi. Atribut visual ini dipasang langsung di lokasi usaha agar tempat jualan para warga menjadi lebih mudah dikenali, rapi, dan terkesan profesional.
Melalui program bertema “Bergerak Bersama UMKM, Berdaya Melalui Digitalisasi, Berdampak bagi Masyarakat” ini, mahasiswa Kukerta FBN Universitas Riau berharap daya saing pelaku usaha di Kelurahan Limbungan meningkat. Transformasi ke ranah digital dan perbaikan identitas fisik ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan pelanggan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal. (rls)
Editor: INR







