PELALAWAN, Faktacepat.id – Ratusan umat Muslim memadati Masjid Al Khairat, Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, untuk melaksanakan ibadah salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026).
Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Id tahun ini adalah H. Abdullah, M.Pd, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau.
Dalam khutbahnya, H. Abdullah mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan kembali sejarah dan meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya. Beliau menekankan bahwa salah satu kunci sukses Nabi Ibrahim dalam mendidik Nabi Ismail AS adalah adanya komunikasi dan dialog yang demokratis antara orang tua dan anak, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 102.
”Hari Raya Idul Adha adalah momentum besar untuk berkaca pada totalitas keikhlasan keluarga Nabi Ibrahim AS. Di dalam Surah As-Saffat ayat 102, direkam jelas bagaimana Nabi Ibrahim tidak bersikap otoriter. Beliau mengajak putranya berdialog dengan kalimat yang sangat lembut: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Pola komunikasi dua arah inilah yang hari ini mulai hilang di tengah keluarga kita,” ujar H. Abdullah di hadapan ratusan jemaah.
Bentengi Anak dari Narkoba dan Balap Liar lewat Kedekatan Keluarga
Lebih lanjut, legislator Riau ini menyoroti maraknya fenomena kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan di lingkungan masyarakat saat ini. Menurutnya, benteng utama untuk menyelamatkan generasi muda dari pergaulan bebas adalah perhatian dan kehadiran orang tua di rumah melalui pendekatan dialogis seperti Nabi Ibrahim.
H. Abdullah mengimbau para orang tua agar meluangkan waktu khusus untuk berbicara secara hati ke hati dengan anak-anak mereka. Jangan sampai kelalaian di rumah membuat anak mencari pelarian di luar lingkungan yang salah.
Bahaya Pergaulan Bebas & Narkoba: Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkotika.
Tren Lem dan Zat Adiktif: Mengawasi aktivitas dan pertemanan anak agar terhindar dari kebiasaan menghirup lem yang merusak saraf.
Aksi Balap Liar: Menjaga keselamatan jiwa anak dengan tidak membiarkan mereka terlibat dalam aksi balap liar yang meresahkan masyarakat
H. Abdullah, M.Pd di mimbar Masjid Al Khairat:
”Wahai para orang tua, perhatikanlah anak-anak kita. Luangkan waktu untuk duduk bersama mereka, bangun dialog yang hangat, dan dengarkan keluh kesah mereka. Belajarlah dari cara Nabi Ibrahim AS berbicara kepada Nabi Ismail dalam Surah As-Saffat. Ketika perintah yang sangat berat itu datang, beliau tidak langsung memaksa, melainkan meminta pendapat anaknya terlebih dahulu. Dialog itulah yang melahirkan jawaban tegar dari seorang anak: ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’
Hari ini, tantangan zaman begitu berat. Pergaulan bebas, ancaman narkoba, kebiasaan menghirup lem, hingga aksi balap liar yang mengancam nyawa, sedang mengintai anak-anak kita akibat kurangnya komunikasi di rumah. Jangan biarkan anak-anak kita merasa asing di rumahnya sendiri. Mari dekap kembali mereka dengan agama dan kasih sayang agar mereka tidak salah melangkah dan terjerumus ke dalam kemaksiatan.”
Pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Al Khairat ini berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Usai mendengarkan khutbah, H. Abdullah tampak membaur bersalaman dengan warga dan pengurus masjid sebelum dimulainya prosesi penyembelihan hewan kurban.
Penulis: YKZ
Editor: INR







