
PERADI DPC padang Memperkuat Solidaritas dengan Melaksanakan Buka Bersama disertai Tausyah oleh Ustadz Benny Abu Aslam
Padang- DPC Peradi Kota Padang menggelar Buka Puasa Bersama disertai dengan mendengarkan tausyah dari Ustadz Benny Abu Aslam di Rocky Hotel Padang yang berlangsung pada (5/3). Selain meningkatkan solidaritas kegiatan ini bertujuan untuk mempererat Silahturrahmi sesama anggota Peradi.
Melalui Buka bersama dan Tausyah ini, anggota peradi diajak untuk menjaga silahturrahmi, solidaritas, saling menyapa, mendengar serta memahami integritas dan menjunjung tinggi kejujuran secara lebih mendalam. Selain itu, kegiatan ini juga diagendakan untuk menjadi kegiatan tahunan Peradi DPC Kota Padang serta menyediakan akses informasi kepada anggota peradi untuk perbaikan yang berkelanjutan.
Saat memberikan tausyah menjelang waktu berbuka, Ustadz Benny menyampaikan bahwa integritas bisa disebut juga dalam agama islam dengan “Muruah” yang artinya menjaga martabat/ kehormatan, wibawa, keyakinan dan kesesuaian antara keyakinan, perkataan dan perbuatan. Di Zaman nabi, saking menjaga muruah, banyak pejabat negri yang ketika melewati kantor- kantor atau deretan pertokoan itu tidak menoleh sedikitpun ke kanan atau ke kiri, tetapi menjaga pandangan lurus ke depan.
Selain itu, masalah suap menyuap dalam Islam juga disebut dengan “Risywah” hukumnya adalah dosa besar.
Dalam agama kita Islam aturan sudah sangat lengkap baik itu perkara larangan Muruah/ Integritas dan Risywah/ suap dan juga ada larangan ghulul (korupsi/ mengambil harta negara untuk kepentingan pribadi).
“Saya mengajak kita semua untuk tetap berpegang teguh pada aturan agama kita yang telah ada, dan berkontribusi untuk masyarakat banyak dengan itu”, ajak Ustadz Benny.
Sejalan dengan itu Ketua Peradi DPC Kota Padang, Miko Kamal, juga menyampaikan bahwa kita harus terus memelihara integritas harus dijunjung tinggi oleh anggota Peradi agar kita selamat di dunia maupun di akhirat. “Banyak sekali rekan- rakan kita dijerat secara hukum yang ditangkap oleh jaksa maupun KPK, yang kalau kita usut itu karena kurangnya integritas”, ujarnya.
Kejujuran Hakim menjadi perhatian khusus Miko, hakim yang tidak jujur serta ditangkap oleh KPK sudah seharusnya di pecat dari jabatannya karena tidak memiliki kapasitas dalam penegakan hukum serta ketua Mahkamah Agungnya mundur dari jabatannya sebagai pertanggung jawaban moral. Miko Kamal juga menegaskan bahwa tidak ada anggota Peradi Padang yang melakukan kecurangan serta ditangkap oleh KPK, kejaksaan ataupun polisi maka Miko kamal juga bersedia mengundurkan diri sebagai ketua Peradi DPC Padang jika hakim yang tidak jujur sebagai bentuk tanggung jawab yang diemban.
Miko kamal berharap dan berdoa agar semuanya tetap istiqamah menjalankan profesi masing-masing secara baik, berintegritas, tidak memberi suap dan menjauhi melakukan kecurangan meski banyak tekanan dari banyak pihak, karena menjalankan [rofesi dengan baik adalah suatu kebanggan dan menjadi suatu keharusan.


