AMSI Riau Kritik Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Ancaman Terhadap Proses Kaderisasi dan Konsolidasi Partai

RIAU, Faktacepat.id – Senin (3/10/2025) Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menanggapi dengan kritis langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang mengangkat Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Golkar Riau, menggantikan Syamsuar. Keputusan tersebut dianggap sebagai bentuk intervensi yang berpotensi menghambat dan merusak proses konsolidasi kader di tingkat daerah.

Ketua AMSI Riau, Yudi Utama, yang juga memiliki rekam jejak aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau–Kepri, menyesalkan sikap DPP yang terkesan kurang menghormati mekanisme internal dan dinamika kaderisasi yang seharusnya berkembang secara organik di daerah.

“Pemilihan pemimpin partai di daerah seyogianya lahir dari konsolidasi akar rumput, bukan melalui keputusan sepihak yang didikte dari pusat. Jika pola seperti ini dibiarkan, maka kader di bawah berpotensi kehilangan semangat juang serta loyalitasnya terhadap partai,” tegas Yudi di Pekanbaru, Minggu (3/11).

Menurut Yudi, sebagai partai besar yang kaya pengalaman, Golkar seharusnya menjadi teladan dalam membangun tradisi kaderisasi yang demokratis dan partisipatif.

“Kami menghormati kewenangan DPP, namun di saat yang sama, kader di daerah juga harus diberi ruang yang memadai untuk menentukan arah dan masa depan partainya sendiri. Apalagi, Syamsuar bukanlah sosok baru—beliau telah mengabdi lebih dari 45 tahun untuk Partai Golkar,” ujarnya secara tegas.

Yudi menilai penunjukan PLT tanpa adanya proses komunikasi terbuka hanya memperkuat kesan bahwa suara kader di daerah diabaikan begitu saja.

“Kondisi seperti ini dapat memicu dampak negatif terhadap konsolidasi internal partai di daerah. Jika militansi dan loyalitas kader memudar, bukan tidak mungkin akan muncul gelombang kekecewaan hingga berujung pada perpecahan internal,” tambahnya.

Oleh karenanya, AMSI Riau mendorong DPP Golkar untuk segera membuka ruang musyawarah yang sehat dan inklusif guna menetapkan Ketua DPD Golkar Riau secara definitif, melalui mekanisme konsolidasi yang melibatkan partisipasi aktif seluruh kader daerah.

“Kami mendorong DPP agar mengembalikan nilai luhur proses kaderisasi partai di tingkat daerah. Golkar akan semakin kokoh apabila para kader merasa dihargai, bukan hanya sekadar diarahkan melalui intervensi dari pusat,” pungkas Yudi.

 

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *