Pekanbaru, Faktacepat.id – Calon Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Iwantono, mengusung semangat besar “UNRI Berdampak Nyata” sebagai arah pembangunan baru kampus kebanggaan masyarakat Riau.
Menurutnya, kehadiran UNRI harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas akademik, penguatan jejaring internasional, hilirisasi riset, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan kampus yang berkelanjutan.
“Visi kami jelas, UNRI harus berdampak nyata. Fokus utama kami adalah peningkatan kualitas akademik dan networking internasional yang akan berdampak terhadap ranking UNRI di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof Iwantono, Senin (11/5).
Ia menegaskan bahwa UNRI memiliki sumber daya manusia yang sangat kuat untuk bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.
“Kita punya profesor, doktor, peneliti, dan SDM yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah strong leader yang mampu mengonsolidasikan seluruh potensi itu menjadi gerakan nyata untuk kemajuan UNRI,” katanya.
Rekam Jejak Nasional
Prof Iwantono bukan sosok baru dalam tata kelola perguruan tinggi. Selain menjabat sebagai Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni, ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Forum Wakil Rektor III Nasional periode 2021.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun tata kelola UNRI yang lebih profesional, adaptif, dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.
“Pengalaman nasional menjadi bekal untuk membawa UNRI lebih maju dan lebih diperhitungkan,” ujarnya.
Fokus pada Kualitas Akademik dan Reputasi Global
Dalam gagasannya, Prof Iwantono menempatkan peningkatan kualitas akademik sebagai prioritas utama. Menurutnya, percepatan reputasi UNRI harus dilakukan melalui penguatan budaya riset, publikasi internasional, akreditasi internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pembukaan jejaring global yang lebih luas.
Ia menilai, kolaborasi internasional menjadi kunci agar UNRI mampu naik kelas menjadi universitas unggul di tingkat Asia Tenggara.
“UNRI tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus memperkuat networking internasional, membangun kerja sama dengan universitas luar negeri, pemerintah pusat, dunia industri, dan berbagai lembaga global,” jelas Profesor bidang Fisika tersebut.
Jurus Pertama: Perkuat Income Generate
Selain penguatan akademik, Prof Iwantono juga menyoroti pentingnya income generating untuk memperkuat kemandirian kampus.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak bisa terus bergantung pada UKT mahasiswa sebagai sumber utama pembiayaan.
Fokus utama diarahkan pada pengelolaan Rumah Sakit Pendidikan UNRI agar menjadi sumber pendapatan strategis sekaligus pusat pelayanan masyarakat.
“Rumah Sakit UNRI harus bisa menghasilkan. Jangan malu bicara income generate. Lihat Unand dan USU, rumah sakit pendidikan mereka mampu menghasilkan lebih dari Rp100 miliar per tahun,” tegasnya.
Ia menilai, penguatan unit bisnis kampus akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pengurangan beban biaya mahasiswa.
“Income dari rumah sakit dan unit usaha lainnya dapat membantu subsidi pendidikan. UKT tidak boleh terus naik,” tambahnya.
Kelola Lahan Agrinas untuk Pengembangan UNRI
Tak hanya rumah sakit, Prof Iwantono juga membidik pengelolaan lahan Agrinas sebagai sumber pendapatan baru bagi kampus.
Ia mengungkapkan pihaknya tengah mencoba mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pengelolaan lahan tersebut dapat dipercayakan kepada UNRI demi mendukung pengembangan universitas.
“Kalau kita serius dan punya perencanaan matang, pemerintah pusat tentu bisa memberikan kepercayaan kepada UNRI untuk mengelola lahan Agrinas demi pengembangan kampus,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan aset produktif berbasis perkebunan dan bisnis strategis dapat menjadi kekuatan baru bagi kemandirian universitas.
“UNRI Harus Berani Naik Kelas”
Prof Iwantono optimistis UNRI mampu menjadi universitas unggul yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional apabila seluruh potensi kampus dapat dikelola secara terarah dan profesional.
“Kalau USU dan Unand bisa menghasilkan ratusan miliar dari rumah sakit pendidikan, kenapa UNRI tidak? Asal ada kemauan, kepemimpinan yang kuat, dan perencanaan matang, semua bisa dicapai,” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Iwantono turut didampingi sejumlah akademisi lintas fakultas, di antaranya Prof. Dr. Irwan Effendi, Prof. Dr. Saktioto, Prof. Dr. Lazuardi, serta Dr. Arifudin.
Penulis: YNR
Editor: INR







