Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Puluhan Tahun Investasi BUMD Riau Menguap, Modal Rakyat Tak Kunjung Kembali!

badge-check

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (0.29499963, 0.5499481);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38; Perbesar

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (0.29499963, 0.5499481);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

RIAU, Faktacepat.id – Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, dengan tegas menegaskan bahwa salah satu penyebab utama defisit anggaran di Provinsi Riau adalah kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kurang optimal.

Pasalnya, banyak BUMD yang belum mampu menghasilkan keuntungan maupun mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Sementara itu, alokasi anggaran yang dikucurkan untuk BUMD tersebut tergolong sangat besar.

Salah satu contohnya adalah PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), yang telah menerima dana besar tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Bahkan, Direktur PT PIR, Muhammad Suhandi, menyatakan bahwa kondisi BUMD yang dipimpinnya berada dalam status “sakaratul maut,” nyaris menghadapi kebangkrutan.

“APBD yang dialokasikan untuk PT PIR sebesar Rp124 miliar selama puluhan tahun, namun dana rakyat tersebut belum kembali secara signifikan. Hingga kini, yang berhasil dikembalikan hanya Rp22 miliar,” ucap Abdullah dalam rapat pembahasan APBD Perubahan bersama seluruh direksi BUMD Riau, Rabu (17/9/2025).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewakili Daerah Pemilihan Pelalawan-Siak ini menambahkan, apabila direksi sudah menyatakan bahwa BUMD sulit untuk diselamatkan, maka lebih baik perusahaan tersebut ditutup saja.

“Kalau sudah dalam kondisi ‘sakaratul maut,’ sebaiknya kita tutup saja. Mengapa harus terus dipertahankan? Namun tentu harus ada pertanggungjawaban atas kondisi yang sudah terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Selain PT PIR, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) juga belum mampu balik modal selama 15 tahun terakhir. Dari total dana APBD Provinsi Riau sebesar Rp49 miliar yang diberikan kepada SPR, baru Rp17 miliar yang berhasil dikembalikan.

“Jadi, bukan saja belum meraih keuntungan, selama belasan tahun beroperasi pun modal belum kembali. Lebih baik jika dana tersebut disimpan di bank saja,” pungkasnya.

 

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Harumkan Nama Negeri Lancang Kuning, Wahyu Trinanda Optimis Raih Juara Duta Pariwisata Indonesia

4 Nov 2026 - 11:16 WIB

Harumkan Nama Negeri Lancang Kuning, Wahyu Trinanda Optimis Raih Juara Duta Pariwisata Indonesia

Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin Serahkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis di Pangkalan Kerinci

4 Nov 2026 - 10:07 WIB

Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin Serahkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis di Pangkalan Kerinci

Komitmen Hendry Munief Bawa Event dan Destinasi Wisata Riau Tembus Tingkat Nasional

4 Nov 2026 - 10:01 WIB

Komitmen Hendry Munief Bawa Event dan Destinasi Wisata Riau Tembus Tingkat Nasional

PLN Grup Regional Riau dan Polda Riau Memperkuat Kolaborasi Lintas Instansi

4 Nov 2026 - 06:41 WIB

PLN Grup Regional Riau dan Polda Riau Memperkuat Kolaborasi Lintas Instansi

Pasokan Listrik Riau Dipastikan Stabil, Potensi Pemadaman Bergilir Berhasil Dihindari

4 Nov 2026 - 06:36 WIB

Pasokan Listrik Riau Dipastikan Stabil, Potensi Pemadaman Bergilir Berhasil Dihindari
Trending di News