Pekanbaru, faktacepat.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau berhasil menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Riau. Ancaman pemadaman bergilir yang sebelumnya disosialisasikan sebagai langkah antisipasi keterbatasan pasokan daya periode 26 Oktober hingga 3 November 2026 berhasil dihindari berkat serangkaian langkah mitigasi cepat, optimalisasi operasional pembangkit, serta pengelolaan sistem kelistrikan yang terukur.
Sebelumnya, dinamika pasokan energi primer pada sejumlah pembangkit di wilayah Sumatera Bagian Tengah sempat berpotensi mengganggu kecukupan daya, khususnya saat memasuki jam beban puncak. Merespons kondisi tersebut, manajemen PLN bergerak sigap menyusun strategi pengamanan sistem, termasuk skenario pengaturan beban proporsional demi menjaga stabilitas kelistrikan wilayah.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Sugeng Hidayat, menegaskan bahwa penanganan intensif terus dilakukan untuk memastikan aktivitas harian masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah tetap berjalan lancar tanpa kendala pasokan listrik.
“PLN terus mengoptimalkan kesiapan pembangkit, memperkuat koordinasi, dan melakukan pengelolaan sistem secara terukur. Alhamdulillah, melalui upaya tersebut, potensi pemadaman bergilir yang sebelumnya kami sampaikan sejauh ini dapat dihindari. Kami berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat,” ujar Sugeng.
Keandalan pasokan energi di Riau semakin kokoh seiring dengan pemutakhiran kondisi Sistem Kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Tengah per 30 Oktober 2026. Pemulihan unit-unit pembangkit utama tercatat berjalan signifikan, di antaranya kembalinya operasional PLTU Tenayan Unit 2 berkapasitas 87 MW sejak 28 Oktober 2026. Selain itu, PLTGU Riau juga berhasil mengoperasikan kembali satu unit Gas Turbine (GT) yang menyuplai daya sebesar 110–120 MW ke dalam sistem.
Dengan beroperasinya kembali unit-unit pembangkit kunci tersebut, cadangan daya Sistem Sumatera Bagian Utara dan Tengah diproyeksikan aman pada kisaran 190 hingga 480 MW untuk periode 30 Oktober hingga 5 November 2026. Peningkatan margin cadangan ini memastikan sistem kelistrikan Riau berada dalam kondisi yang sangat tangguh.
Guna mempertahankan stabilitas ini, PLN memperketat pemantauan real-time serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pengawasan melekat dilakukan khususnya menjelang jam-jam beban puncak malam hari.
PLN turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan seluruh pelanggan di Riau atas kerja sama serta kepedulian dalam menggunakan energi listrik secara bijak. Melalui kesiapan operasional yang optimal dan pengawasan berkelanjutan, PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap andal demi menopang pertumbuhan ekonomi Riau.
Penulis : YLW
Editor : INR




















