Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Opini

Kisah Angga Saprianto: Antara Tugas Memadamkan Karhutla dan Kelahiran Sang Buah Hati

badge-check

Kisah Angga Saprianto: Antara Tugas Memadamkan Karhutla dan Kelahiran Sang Buah Hati Perbesar

PEKANBARU, FAKTACEPAT.ID — Menjadi garis terdepan dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menuntut pengorbanan besar. Hal itulah yang dirasakan Angga Saprianto (37), Koordinator Operasional Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, salah satu unit usaha APP Group di Riau. Memimpin lebih dari 800 hingga seribu personel pemadam, Angga pernah berada di posisi sulit ketika tugas negara dan panggilan keluarga berada di persimpangan jalan.

​Pengalaman paling membekas dalam hidupnya terjadi saat sang istri, Dwi Rahayu (37), mendekati waktu persalinan anak pertama mereka. Di saat yang sama, Angga harus menjalankan tugas pemadaman karhutla di luar Provinsi Riau tanpa kepastian kapan bisa kembali.

​Penugasan yang Tak Bisa Ditinggalkan

​Sebagai Koordinator Operasional, tanggung jawab Angga tidak hanya mencakup kawasan konsesi perusahaan, tetapi juga wilayah sekitar hingga radius lima kilometer. Bahkan dalam situasi darurat, timnya kerap dikirim ke berbagai daerah dan provinsi tetangga. Tanggung jawab ini menuntutnya siap berada di lapangan selama berminggu-minggu.

​Saat ditugaskan ke luar provinsi selama hampir satu bulan, Angga menyadari istrinya sedang hamil tua. Di rumah, Dwi harus menjalani hari-hari menjelang persalinan seorang diri tanpa mendampingi suami secara langsung.

​”Sabar ya, Nak, kita tunggu Ayah pulang dulu,” mengenang Dwi tentang pesan yang kerap ia bisikkan kepada bayi di dalam kandungannya.

​Dwi memahami betul risiko pekerjaan suaminya yang harus bersiap dalam keadaan darurat. Namun, rasa cemas tak dapat dihindari saat waktu persalinan semakin dekat, sementara rencana kepulangan Angga beberapa kali tertunda karena kendala pergantian personel di lapangan.

​Bagi Angga, situasi tersebut menjadi beban mental yang berat. Di satu sisi ia harus memimpin operasional pemadaman api, sementara di sisi lain pikirannya tertuju pada keselamatan istri dan calon buah hatinya.

​”Pulanglah, Sekarang Juga”

​Titik terang akhirnya datang setelah satu bulan penugasan. Saat baru saja keluar dari lokasi tugas di lapangan, Angga berpapasan langsung dengan pimpinannya. Kalimat sederhana dari sang pimpinan menjadi momen yang paling tak terlupakan sepanjang kariernya.

​”Pulanglah, sekarang juga,” perintah sang pimpinan saat itu.

​Tanpa membuang waktu, Angga langsung berpacu dengan waktu menuju rumah. Kepulangannya bertepatan dengan detik-detik kelahiran anak pertamanya. Kehadiran Angga di saat-saat terakhir membuat momen bahagia tersebut terasa begitu melegakan bagi mereka berdua.

​Menjaga Rumah dan Masa Depan

​Pengalaman hampir melewatkan momen berharga keluarga memberi Angga perspektif baru tentang profesinya. Kerja keras ratusan petugas pemadam karhutla di lapangan bukan sekadar urusan memadamkan api, melainkan menjaga kehidupan banyak orang.

​”Sering kali kami dianggap hanya memadamkan api di hutan. Padahal, yang kami jaga bukan sekadar pohon dan tanah. Kami menjaga rumah, masa depan, dan kelangsungan hidup banyak keluarga, termasuk keluarga kami sendiri,” ujar Angga.

​Kini, setelah 10 tahun mendedikasikan hidupnya sebagai petugas pemadam kebakaran, Angga menyadari bahwa di balik tanggung jawab besar mengoordinasikan ratusan personel, ada peran sebagai suami dan ayah yang tak kalah penting. Bagi Dwi dan Angga, kepulangan tepat waktu tersebut akan selalu menjadi kisah paling berkesan dalam perjalanan hidup keluarga mereka.

 

Penulis : YLW

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AGK Akan Datangi BWS Sumatera V Besok, Pertanyakan Pengerukan Batang Kuranji dan Solar di Permukiman

18 Okt 2026 - 20:09 WIB

AGK Akan Datangi BWS Sumatera V Besok, Pertanyakan Pengerukan Batang Kuranji dan Solar di Permukiman

Hak Warga Negara Untuk Mendapatkan Udara Bersih dan Tanggung Jawab Pemangku Kebijakan

18 Okt 2026 - 14:26 WIB

Hak Warga Negara Untuk Mendapatkan Udara Bersih dan Tanggung Jawab Pemangku Kebijakan

​Tokoh Muda Pelalawan Apresiasi Pengaspalan 4 KM Jalinbon, Minta Dilanjutkan Hingga Kuala Kampar

13 Okt 2026 - 16:28 WIB

​Tokoh Muda Pelalawan Apresiasi Pengaspalan 4 KM Jalinbon, Minta Dilanjutkan Hingga Kuala Kampar

Refleksi 27 Tahun Pelalawan: Karhutla Berulang, Kemiskinan Masih 3 Besar di Riau

12 Okt 2026 - 11:08 WIB

Refleksi 27 Tahun Pelalawan: Karhutla Berulang, Kemiskinan Masih 3 Besar di Riau

KEJAR PENGENDARA HINGGA TABRAKAN, KASAT LANTAS PASBAR SEBUT “JATUH SENDIRI”: GEMPASBAR: KASAT LANTAS PASBAR HARUS TANGGUNG JAWAB !

3 Okt 2026 - 23:35 WIB

KEJAR PENGENDARA HINGGA TABRAKAN, KASAT LANTAS PASBAR SEBUT “JATUH SENDIRI”: GEMPASBAR: KASAT LANTAS PASBAR HARUS TANGGUNG JAWAB !
Trending di Hukum