Menteri Agama Kunjungi Stand Inhu di MTQ Riau, Apresiasi Perpaduan Nilai Agama dan Budaya

INHU, Faktacepat.id – Stand bazar dan pameran Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., didampingi Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto, dalam rangkaian pembukaan Bazar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026).

Kedatangan rombongan disambut Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., bersama Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal, M.Si., Sekretaris Daerah Zulfahmi Adrian, AP., M.Si., serta Ketua DPRD Kabupaten Inhu Sabtu P. Sinurat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ade Agus Hartanto memaparkan filosofi desain stand Inhu yang mengusung perpaduan nilai keagamaan, pelestarian budaya, dan potensi unggulan daerah. Konsep tersebut diwujudkan melalui tampilan yang merepresentasikan identitas Kabupaten Inhu sekaligus arah pembangunan yang tengah dijalankan.

Bagian utama stand menampilkan replika bangunan Islamic Center sebagai simbol komitmen pemerintah daerah mewujudkan pusat peradaban Islam di Kabupaten Inhu. Desain bergaya modern Islami dipadukan dengan unsur arsitektur Rumah Adat Suku Anak Talang Mamak, serta dipercantik ornamen budaya Melayu yang menghiasi dinding dan atap berbahan anyaman daun rumbia.

Tak hanya menonjolkan sisi arsitektur, stand Inhu juga menghadirkan beragam produk kerajinan anyaman khas daerah dan aneka kuliner tradisional hasil karya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebelum meninggalkan area pameran, Menteri Agama dan Penjabat Gubernur Riau menerima cendera mata berupa paket makanan khas Kabupaten Inhu yang diserahkan langsung oleh Bupati Ade Agus Hartanto sebagai bentuk penghormatan sekaligus promosi produk lokal.

Melalui keikutsertaan dalam bazar dan pameran MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Inhu berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya, memperkuat citra pembangunan berbasis nilai-nilai keagamaan, serta mempromosikan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Penulis : APL

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *