PEKANBARU, Faktacepat.id – Torehan sejarah baru dalam kedekatan pemimpin dan rakyat tercipta di Ibu Kota Provinsi Riau. Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, mencatatkan diri sebagai kepala daerah pertama di Indonesia yang menggelar agenda Sahur on the Road (SOTR) sekaligus menyerap aspirasi langsung bersama ribuan pengemudi ojek online (ojol).
Aksi simpatik yang membaurkan sekat ini berlangsung di kawasan Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman, Ahad (1/3/2026) dini hari. Tercatat sekitar 2.000 pengemudi ojol dari lintas platform memadati lokasi untuk bersantap sahur dan berdialog langsung dengan orang nomor satu di Pekanbaru tersebut.
Acara akbar ini sejatinya lahir dari respons kilat sang Wali Kota. Bermula dari sebuah komentar seorang driver ojol di media sosial yang berharap ada ruang diskusi bagi para pejuang jalanan, Agung Nugroho langsung mewujudkannya dalam skala besar.
Turut hadir mendampingi Wali Kota antara lain Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, Pj Sekdako Ingot Ahmad Hutasuhut, Ketua TP PKK Sulastri Agung, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD dan jajaran Baznas Pekanbaru.
Kenakan Jaket Ojol, Tegaskan Hubungan Persaudaraan
Kehangatan begitu terasa saat Wako Agung Nugroho dan Wawako Markarius Anwar kompak mengenakan jaket ojol setibanya di lokasi. Langkah ini menjadi simbol bahwa tidak ada jarak antara pemerintah dan masyarakat pekerja.
“Malam ini saya hadir bukan untuk berdiri jauh dari abang dan kakak semua. Saya berdiri di sini sebagai saudara. Kita sama-sama memakai jaket ini,” ujar Agung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan pengendara.
Dalam pidatonya, Agung memaparkan capaian satu tahun kepemimpinannya bersama Markarius Anwar yang difokuskan pada pembenahan fasilitas publik dan keselamatan kerja para driver di jalan raya.
“Fokus utama kami adalah memastikan abang dan kakak aman saat menjemput rezeki, tidak ada lagi yang terjatuh karena jalan rusak. Kita berhasil menyelesaikan utang daerah Rp470 miliar, dan di saat bersamaan mampu memuluskan jalan sepanjang 42 kilometer di Pekanbaru,” jelasnya.
Gebrakan Fasilitas Gratis dan Solusi Berkelanjutan
Selain perbaikan infrastruktur jalan, Pemko Pekanbaru juga merespons keluhan terkait tarif parkir dengan melakukan penurunan tarif serta menggratiskan parkir di seluruh gerai minimarket modern sejak akhir tahun lalu. Tak berhenti di situ, Wako Agung juga meluncurkan program 1.000 titik WiFi gratis.
“Fasilitas internet gratis ini nantinya akan kita pasang juga di titik-titik strategis tempat teman-teman ojol sering berkumpul atau nongkrong menunggu orderan,” tambahnya.
Menariknya, Agung mengungkapkan bahwa anggaran kegiatan serta berbagai stimulus bagi ojol ini tidak menyedot APBD Pekanbaru, melainkan murni hasil kolaborasi, efisiensi, dan partisipasi publik (CSR), termasuk kerja sama dengan Baznas.
Seluruh driver yang memadati area Purna MTQ—baik muslim maupun non-muslim—pulang dengan membawa uang saku senilai Rp200.000 sebagai bantuan Ramadan. Pemerintah juga membagikan doorprize berupa lima unit sepeda dan sejumlah sepeda motor.
Apresiasi dari Pejuang Jalanan
Neti Ratimini, perwakilan driver ojol yang juga pencetus ide lewat komentar Instagram, mengaku terharu aspirasinya direspons secepat ini.
“Saya iseng berkomentar di Instagram Pak Wali Kota agar sesekali kami dikumpulkan untuk curhat. Ternyata dijawab dan direalisasikan dahsyat seperti ini. Ini sejarah bagi kami,” ungkap Neti. Ia juga memuji perbaikan jalan yang kini membuat aktivitas mengantar penumpang maupun barang menjadi lebih aman dan cepat.
Menutup rangkaian acara penuh kebersamaan tersebut, Wali Kota bersama ribuan ojol melakukan konvoi tertib membelah keheningan dini hari menuju Masjid Agung An-Nur untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Penulis: YLW
Editor: INR







