Panen Sudah Dekat, Kapolsek Pangkalan Kuras Cek 12 Ha Jagung Pipil di KUD Sialang Makmur

Pelalawan, Faktacepat.id – Program ketahanan pangan Polri terus menunjukkan progres signifikan. Pada Senin (4/5/2026) pukul 14.00 WIB, Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldi Parlindungan, S.H., meninjau langsung pertumbuhan jagung pipil kuartal I dan II di lahan tumpang sari KUD Sialang Makmur, Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras.

​Kegiatan pengecekan ini turut didampingi oleh sejumlah personel Polsek Pangkalan Kuras dan pengurus KUD Sialang Makmur selaku pengelola lahan seluas total 12 hektare tersebut.

​Progres Kuartal I: Siap Menuju Panen

​Untuk lahan kuartal I seluas 2 hektare, pertumbuhan jagung terpantau sangat memuaskan. Beberapa poin penting dalam perawatan meliputi:

​Perawatan: Penyemprotan racun hama dan pemberian pupuk (Urea + TSP).

​Nutrisi Tambahan: Penggunaan pupuk daun Fertiplus Amino Grow Bhayangkara.

​Kondisi Tanaman: Tinggi tanaman mencapai 160–200 cm, tumbuh subur, sudah berbunga, dan mulai memunculkan bakal buah.

​Kapolsek Pangkalan Kuras menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja keras di lapangan.

​”Alhamdulillah, jagung kuartal I tumbuh subur. Ini berkat perawatan rutin menggunakan pupuk Bhayangkara. Target kita adalah panen maksimal guna mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Kompol Rinaldi.

​Progres Kuartal II: Pertumbuhan Awal yang Sehat

​Sementara itu, untuk kuartal II seluas 10 hektare baru saja melewati masa tanam. Berikut perkembangannya:

​Tahap Awal: Pemberian dolomit dan pupuk kandang pada 23–24 April 2026.

​Masa Tanam: Penanaman dilakukan pada 25–30 April 2026.

​Kondisi Terkini: Per 4 Mei 2026, bibit jagung telah mencapai tinggi 10–15 cm dengan kondisi hijau subur tanpa kendala hama.

​Komitmen Dukung Swasembada Pangan

​Kapolsek menegaskan bahwa monitoring akan dilakukan secara berkala hingga masa panen tiba. Hal ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

​”Kuartal II juga menunjukkan tren positif. Kita akan kawal terus. Polri hadir tidak hanya untuk menjaga Kamtibmas, tetapi juga aktif mendukung swasembada pangan,” tegasnya.

​Total 12 hektare jagung pipil ini diharapkan dapat menjadi pilot project atau percontohan sistem tumpang sari yang produktif bagi wilayah Kabupaten Pelalawan.

 

Penulis: YKZ

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *