Jakarta – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menargetkan produksi ikan nasional mencapai sekitar 2,15 juta ton per tahun. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat pesisir di berbagai daerah.
Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, mengatakan pengembangan kampung nelayan berbasis integrasi saat ini berjalan sesuai rencana pemerintah. Ia menyebut, produksi ikan dalam negeri berpotensi meningkat antara 10 hingga 30 persen secara nasional.
“Program ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 2,15 juta ton ikan per tahun, sehingga dapat memperkuat sektor riil sekaligus ketahanan pangan berbasis kelautan,” ujar Qodari, Rabu (1/4/2026).
Peningkatan produksi tersebut diyakini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. Berdasarkan perhitungan pemerintah, ekonomi desa berpotensi tumbuh di kisaran 5,4 persen hingga 16,2 persen.
Ia menambahkan, setiap kenaikan produksi ikan sebesar 1 persen diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga 0,54 persen.
Hingga akhir Maret 2026, perkembangan program ini telah disampaikan secara terbuka kepada publik. Pada tahap awal, pembangunan telah menyasar 65 desa di 25 provinsi.
Total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat pada tahap pertama mencapai Rp1,2 triliun, dengan progres pembangunan fisik mencapai 99,23 persen per 30 Maret 2026.
Sebanyak 61 desa atau kelurahan telah rampung dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sementara empat lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian yang ditargetkan selesai pada April. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Sumenep, Pangandaran, hingga Garut di Jawa Barat.
Untuk tahap kedua, pembangunan dimulai sejak Desember 2025 dengan cakupan 35 desa. Anggaran yang dialokasikan pada tahap ini sebesar Rp660,5 miliar, dengan progres fisik mencapai 16,68 persen hingga akhir Maret 2026.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan tahap kedua dapat diselesaikan pada Mei mendatang. Ke depan, program ini ditargetkan berkembang hingga mencakup 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia.
“Konsep yang dibangun tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu jaringan ekonomi yang terintegrasi,” pungkasnya.
Penulis : YZA
Editor : INR







