Kelangkaan BBM Subsidi di Pelalawan Picu Antrean Panjang Kendaraan hingga ke Badan Jalan

PANGKALAN KERINCI, Faktacepat.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan, terutama di Kecamatan Pangkalan Kerinci dalam dua hari terakhir, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Antrean kendaraan terlihat panjang di sejumlah SPBU saat warga hendak mengisi BBM, khususnya jenis subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Tidak hanya mobil, sepeda motor juga turut mengantre hingga meluber ke luar area SPBU.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre, bahkan ada yang berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya demi mendapatkan bahan bakar.

Salah seorang warga Pangkalan Kerinci, Ronald, mengaku kesulitan memperoleh Pertalite karena hampir semua SPBU dipenuhi antrean. Ia menyebut kondisi tersebut membuat masyarakat kebingungan mencari lokasi pengisian.

Ia juga mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Pangkalan Kerinci, tetapi merata di berbagai kecamatan di Pelalawan, terutama di sepanjang Jalan Lintas Timur. Akibatnya, sebagian warga terpaksa keluar daerah untuk mendapatkan BBM, termasuk Solar yang juga sulit diperoleh.

Dari pantauan di lapangan, antrean panjang terlihat di beberapa SPBU di Kota Pangkalan Kerinci. Salah satunya di SPBU Jalan Lintas Timur, di mana kendaraan mengular hingga memenuhi dua jalur dan bahkan meluas sampai ke depan sekolah di sekitar lokasi.

Seorang warga lainnya, Anton Sikumbang (35), mengaku telah mengantre lebih dari satu jam untuk mendapatkan Pertalite. Ia memilih mengisi BBM pada hari libur setelah mendapat informasi terkait panjangnya antrean akibat keterbatasan stok.

Anton juga sempat berniat mengantre pada malam hari, namun mengurungkan niat karena antrean kendaraan saat itu sudah sangat panjang.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pelalawan, Hanafie, menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi merata di wilayah Pelalawan, bahkan juga dialami daerah lain seperti Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pengurangan pasokan dari Pertamina. Menurutnya, antrean terjadi karena distribusi kuota BBM di tingkat SPBU yang tidak merata sepanjang bulan.

Hanafie menjelaskan, sebagian SPBU mengambil kuota lebih banyak pada awal hingga pertengahan bulan, sehingga stok menipis di akhir bulan. Sementara itu, permintaan masyarakat tetap tinggi, yang akhirnya memicu antrean panjang.

Ia menambahkan, kondisi akan kembali normal pada awal bulan karena distribusi kuota BBM kembali dihitung dari awal, sehingga stok akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, ini bukan karena kelangkaan pasokan, melainkan pengaturan distribusi di tingkat SPBU,” pungkasnya.

Penulis : YZA

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *