Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Hukum

Hakim Tolak Praperadilan, Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tetap Berstatus Tersangka

badge-check

Hakim Tolak Praperadilan, Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tetap Berstatus Tersangka Perbesar

Faktacepat.id – Jakarta, Permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait penetapannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota haji ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim tunggal menyatakan penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Putusan tersebut dibacakan oleh hakim tunggal Sulistyo Muhamad Dwi Putro dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2026). Dalam amar putusannya, hakim menolak seluruh permohonan yang diajukan pemohon.
“Permohonan praperadilan pemohon ditolak untuk seluruhnya,” ujar hakim saat membacakan putusan perkara nomor 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.
Dalam pertimbangannya, hakim menilai proses penetapan tersangka terhadap Yaqut oleh KPK telah memenuhi ketentuan hukum. Selain itu, hakim menegaskan bahwa praperadilan hanya menilai aspek formal dari proses penetapan tersangka, seperti prosedur penyelidikan dan penyidikan, bukan menyentuh pokok perkara.
Kasus yang menjerat Yaqut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengelolaan tambahan kuota haji Indonesia tahun 2024. Saat itu, pemerintah memperoleh tambahan kuota sebanyak 20 ribu jemaah dari Arab Saudi.
Tambahan kuota tersebut semula dimaksudkan untuk membantu mengurangi panjangnya masa tunggu keberangkatan haji bagi masyarakat Indonesia, yang di beberapa daerah bisa mencapai sekitar 20 tahun atau lebih.
Sebelum adanya tambahan, kuota haji Indonesia pada 2024 tercatat sebanyak 221 ribu jemaah. Setelah penambahan, total kuota meningkat menjadi 241 ribu jemaah.
Permasalahan muncul ketika kuota tambahan tersebut dibagi secara merata, yakni 10 ribu untuk jemaah haji reguler dan 10 ribu lainnya untuk haji khusus. Kebijakan pembagian inilah yang kemudian menjadi sorotan dan berujung pada proses hukum yang kini tengah ditangani oleh KPK.

 

Penulis : YZA

 

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pesantren Annizham Darussalam Kecam Penggeledahan Aparat di Pesantren Putri Sukoharjo

31 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pesantren Annizham Darussalam Kecam Penggeledahan Aparat di Pesantren Putri Sukoharjo

Pertemuan Ketua KI Riau dengan Badan Publik Berperkara Disorot, Dugaan Pelanggaran Kode Etik Menguat

31 Okt 2026 - 03:53 WIB

Pertemuan Ketua KI Riau dengan Badan Publik Berperkara Disorot, Dugaan Pelanggaran Kode Etik Menguat

HIMAPPOL FISIP UNRI Edukasi 500 Pelajar Se-Riau Lewat Sekolah Demokrasi dan Seminar Pemilu 2029

30 Okt 2026 - 20:03 WIB

HIMAPPOL FISIP UNRI Edukasi 500 Pelajar Se-Riau Lewat Sekolah Demokrasi dan Seminar Pemilu 2029

KKG Tunas Bangsa Rayon I Ukui Gelar Bulan Bahasa dan Sastra, Perkuat Kreativitas dan Kebersamaan Guru

30 Okt 2026 - 11:20 WIB

KKG Tunas Bangsa Rayon I Ukui Gelar Bulan Bahasa dan Sastra, Perkuat Kreativitas dan Kebersamaan Guru

Ninik Mamak Desa Ngaso Rohul Adukan PTPN IV ke Komisi II DPRD Riau Terkait Kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun 20%

30 Okt 2026 - 10:59 WIB

Ninik Mamak Desa Ngaso Rohul Adukan PTPN IV ke Komisi II DPRD Riau Terkait Kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun 20%
Trending di News