JAKARTA, FAKTACEPAT.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berhasil menyabet penghargaan tingkat nasional atas capaian impresif dalam percepatan pertumbuhan ekonomi perkotaan dan daya tarik investasi. Apresiasi ini diraih seiring melonjaknya pertumbuhan ekonomi Pekanbaru hingga 7,39 persen pada triwulan II 2026, serta realisasi investasi yang menembus angka Rp9,28 triliun per September 2026.
Penghargaan kategori Excellence in Accelerating Urban Economic Growth and Investment tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dari Direktur Utama CNN Indonesia, Desi Anwar, dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).

Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Agung Nugroho menekankan bahwa arah pembangunan daerah harus senantiasa bertumpu pada program-program yang menjawab kebutuhan riil masyarakat. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) wajib dialokasikan secara tepat sasaran demi memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendongkrak roda perekonomian warga.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membuat program dan menggunakan APBD secara tepat sasaran sehingga berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan tersebut,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, akselerasi pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pelayanan publik, dan kemudahan berinvestasi harus berjalan selaras. Perbaikan fasilitas jalan secara masif diyakini mampu mendukung mobilitas warga dan memperlancar arus distribusi barang, sementara penyederhanaan perizinan membuka peluang lebar bagi masyarakat untuk memajukan usaha.
Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Pemko Pekanbaru terus memfokuskan program strategis pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi harian masyarakat.
Laju pertumbuhan ekonomi sebesar 7,39 persen pada triwulan II 2026 tersebut disokong kuat oleh tiga sektor utama, yakni perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan. Sektor-sektor vital ini melibatkan ribuan pelaku usaha serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk sektor UMKM dan industri rumah tangga.
Kinerja positif ini sejalan dengan melesatnya capaian investasi daerah. Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi di Pekanbaru telah mencatatkan angka Rp7,35 triliun—melonjak 35,07 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tren kenaikan berlanjut hingga September 2026, di mana akumulasi realisasi investasi sukses menyentuh angka Rp9,28 triliun dengan daya serap sebanyak 8.534 tenaga kerja Indonesia. Capaian ini membuktikan bahwa iklim investasi yang sehat berkontribusi langsung terhadap pembukaan lapangan kerja baru di Kota Pekanbaru.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pemko Pekanbaru berkomitmen memantapkan kualitas layanan perizinan, memberikan kemudahan berusaha, membenahi infrastruktur penunjang, serta menjamin iklim usaha yang aman dan kondusif bagi para investor maupun pelaku UMKM.
Agung turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran perangkat daerah, Forkopimda, para pelaku usaha, UMKM, serta masyarakat Pekanbaru yang berkolaborasi mendorong kemajuan daerah. Penghargaan ini menjadi motivasi tambahan untuk terus mengoptimalkan pelayanan publik.
Ke depan, Pemko Pekanbaru bertekad memastikan setiap alokasi APBD dan kebijakan pembangunan memberi kemanfaatan yang makin meluas, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan seluruh warga.
Penulis : THD
Editor : INR




















