JAKARTA, FAKTACEPAT.ID — Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma’azat, Lc., MA, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) mengenai rencana penyelenggaraan konser musisi dunia, Andrea Bocelli, di Indonesia.
Syahrul Aidi meminta pemerintah untuk mencermati aspirasi publik tersebut secara serius dan memastikan setiap kebijakan hiburan tetap sejalan dengan komitmen historis Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan.

Ia menegaskan bahwa polemik ini bukan bentuk penolakan terhadap karya seni maupun pertukaran budaya internasional. Namun, hal ini menyangkut pertimbangan moral, kepekaan, serta rekam jejak figur publik terkait dukungan terhadap Israel di tengah penderitaan yang dialami rakyat Palestina.
“Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten,” ujar Syahrul Aidi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Sebagai pimpinan BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi mengingatkan pemerintah untuk menerapkan standar kebijakan yang konsisten, sebagaimana keputusan-keputusan sebelumnya terhadap acara hiburan yang menuai penolakan akibat keterkaitannya dengan isu dukungan atas tindakan agresor. Langkah ini dinilai penting agar sikap diplomasi Indonesia terhadap Palestina tidak sebatas retorika semata.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga prinsip konstitusional bangsa yang telah dirawat sejak era kepemimpinan nasional terdahulu.
“Sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari sikap historis dan prinsip konstitusional Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip ini harus tercermin dalam kebijakan nyata,” tegas legislator tersebut.
Ia juga berpandangan bahwa pertumbuhan industri hiburan serta kepentingan ekonomi nasional harus berjalan selaras dengan tanggung jawab kemanusiaan. Indonesia pada dasarnya tetap menyambut hangat seniman dari seluruh belahan dunia, tetapi keterbukaan itu tidak boleh mengorbankan nilai keadilan dan hak-hak kemanusiaan bangsa Palestina.
Menutup pernyataannya, Syahrul Aidi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina secara santun, damai, dan bertanggung jawab.
“Yang kita tolak bukan seni atau bangsa tertentu, melainkan segala bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penderitaan rakyat sipil. Palestina berhak merdeka, dan Indonesia harus tetap konsisten memperjuangkannya,” pungkasnya.
Penulis : THD
Editor : INR





















