​Tokoh Muda Pelalawan Apresiasi Pengaspalan 4 KM Jalinbon, Minta Dilanjutkan Hingga Kuala Kampar

PELALAWAN, FAKTACEPAT.ID — Tokoh Muda Pelalawan, Sudiharno, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan peningkatan infrastruktur Jalan Lintas Bono (Jalinbon) di Kabupaten Pelalawan. Rencana pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer di Desa Petodaan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat pesisir.

​Menurut Sudiharno, terealisasinya proyek ini tidak terlepas dari kolaborasi dan peran aktif berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, jajaran legislatif tingkat provinsi hingga pusat, serta instansi terkait lainnya.

​“Kami sangat mengapresiasi seluruh instansi dan pihak yang telah ikut memperjuangkan Jalan Lintas Bono, baik Bupati maupun anggota legislatif di tingkat provinsi dan pusat. Alhamdulillah, perjuangan ini mulai menunjukkan hasil dengan adanya rencana penambahan aspal kurang lebih 4 kilometer,” ujar Sudiharno.

​Meski menyambut baik capaian ini, ia menekankan agar pengerjaan infrastruktur tersebut tidak terhenti di satu titik saja. Ia mendorong pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk terus konsisten memperjuangkan penanganan ruas jalan yang belum beraspal secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.

​“Kami berharap seluruh elemen dan instansi yang terlibat tetap konsisten memperjuangkan penyambungan aspal pada tahun berikutnya. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di Kecamatan Teluk Meranti dan Kecamatan Kuala Kampar,” tambahnya.

​Jalan Layak, Ekonomi Masyarakat Pesisir Diharapkan Meningkat

​Sudiharno menegaskan bahwa pembangunan Jalinbon bukan sekadar urusan fisik semata, melainkan berdampak langsung pada nadi perekonomian masyarakat pesisir.

​Kondisi infrastruktur yang representatif diyakini mampu memperlancar mobilitas, mempermudah pengangkutan hasil perkebunan, hingga memangkas biaya logistik bahan pokok. Dampak positif ini diharapkan berujung pada peningkatkan kesejahteraan petani lokal dan keterjangkauan harga sembako.

​“Kalau akses jalan semakin lancar, distribusi hasil perkebunan bisa lebih mudah. Kami berharap harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani bisa lebih baik dan harga sembako juga lebih terjangkau. Masyarakat pesisir sangat membutuhkan akses jalan yang layak untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka,” tegasnya.

​Ia menambahkan, percepatan pembangunan berkelanjutan sangat diperlukan agar potensi ekonomi di kawasan Teluk Meranti dan Kuala Kampar dapat berkembang secara optimal.

​Perjuangan Jalinbon Harus Berkelanjutan

​Lebih lanjut, Sudiharno berharap pengaspalan sepanjang 4 kilometer di Desa Petodaan dapat menjadi pemicu semangat untuk memperkuat komitmen pembangunan Jalinbon secara menyeluruh.

​Mengingat masih ada sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius, ia mengimbau agar sinergi dan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, legislatif, hingga pihak swasta terus diperkuat. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengawal jalannya pembangunan agar hasil yang dicapai tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

​“Ini bukan hanya kepentingan satu kelompok, tetapi kebutuhan masyarakat luas. Kami berharap perjuangan ini terus berlanjut sampai akses jalan yang menghubungkan kawasan pesisir semakin baik dan layak dilalui,” tutup Sudiharno.

​Bagi masyarakat pesisir Pelalawan, keberlanjutan Pembangunan Jalinbon adalah tumpuan harapan demi terciptanya pemerataan ekonomi, kemudahan mobilitas, dan terbukanya peluang kesejahteraan yang lebih luas di masa depan.

​

Penulis : YKZ

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *