KPPI Riau Dorong Keterwakilan Perempuan 30 Persen Lewat Rakorda II dan Pelantikan Pengurus

PEKANBARU, FAKTACEPAT.ID — Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Riau terus berkomitmen mendorong keterlibatan aktif perempuan di dunia politik guna mewujudkan kuota keterwakilan perempuan setidaknya 30 persen. Langkah strategis ini menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) II sekaligus Pelantikan Pengurus KPPI Riau yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 mendatang.

​Penasehat KPPI Riau, Eva Yuliana, mengajak seluruh perempuan di Riau yang memiliki niat dan ketertarikan di dunia politik untuk tidak ragu bergabung serta mulai mempersiapkan diri sedini mungkin. Menurutnya, KPPI hadir sebagai wadah lintas partai politik (parpol) bagi para politisi perempuan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi dinamika politik.

​“Kalau ingin berpolitik, jangan instan dan jangan menunggu sampai menjelang pemilihan. Harus ada persiapan sejak awal, termasuk turun langsung ke masyarakat,” tegas Eva.

​Pentingnya Kedekatan dan Etika Politik

​Eva menekankan bahwa membangun kedekatan serta kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi politisi perempuan. Menurutnya, kepercayaan publik tidak sebatas dibangun dengan modal materi, melainkan melalui pengenalan figur yang baik, kepedulian sosial, serta keterlibatan langsung dalam menjawab kebutuhan warga di lapangan.

​Selain kesiapan mental dan figur, Eva mengingatkan pentingnya menjaga etika serta solidaritas antar sesama perempuan di panggung politik, terlepas dari perbedaan partai politik maupun persaingan di daerah pemilihan (dapil) yang sama.

​“Siapa pun yang masuk di dapil, jangan sampai saling sikut sesama perempuan,” ujarnya.

​Melalui KPPI, politisi perempuan diharapkan dapat saling merangkul, berbagi ilmu, dan menguatkan satu sama lain agar semakin banyak kader perempuan yang siap tampil di ranah publik.

​Dukungan Keluarga dan Penguatan Organisasi

​Di samping kesiapan individu, faktor dukungan keluarga—terutama dari suami—juga dinilai memainkan peran vital bagi karier politik perempuan. Dukungan moral tersebut dinilai dapat memberi ruang bagi perempuan untuk menjalankan aktivitas politik secara maksimal tanpa mengabaikan keseimbangan tanggung jawab dalam keluarga.

​Guna memperluas jangkauan partisipasi, KPPI Riau saat ini fokus melakukan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh Riau. Eva berharap makin banyak elemen perempuan, termasuk mereka yang telah duduk di kursi legislatif, untuk bergabung dan berkontribusi aktif.

​Agenda Rakorda II KPPI Riau

​Agenda Rakorda II KPPI Riau akan dipusatkan di Ballroom Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru. Acara ini dirancang melibatkan perwakilan dari berbagai partai politik, di mana setiap parpol diundang untuk mengirimkan 15 orang utusan.

​Ketua Umum KPPI Pusat juga dijadwalkan hadir secara langsung untuk memberikan arahan strategis sekaligus memimpin konsolidasi organisasi di Provinsi Riau.

​Melalui momentum Rakorda II dan pelantikan pengurus baru ini, KPPI Riau optimistis dapat memicu keberanian lebih banyak perempuan di Riau untuk mengambil peran kepemimpinan, meningkatkan kapasitas diri, serta secara matang mempersiapkan diri demi tercapainya target 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga politik.

​Poin-Poin Utama Berita:

  • ​Agenda Utama: Rakorda II & Pelantikan Pengurus Baru KPPI Riau (20 Oktober 2026 di Ballroom Dang Merdu BRK Syariah).
  • ​Target: Mencapai keterwakilan perempuan 30% di dunia politik Riau.
  • ​Pesan Kunci: Persiapan berpolitik sejak dini, turun langsung ke masyarakat, dan menjaga solidaritas sesama perempuan (menolak persaingan tidak sehat).
  • ​Peserta: Perwakilan parpol (15 orang per parpol) serta dihadiri oleh Ketua KPPI Pusat.

Penulis : YLW

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *