Siak, faktacepat.id – Bupati Siak Afni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperkuat identitas daerah sebagai Kabupaten Santri. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Amin, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (2–4 Oktober 2026) ini mengusung tema “Dengan MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026, Kita Jalin Silaturahmi Dengan Menumbuhkan Kecintaan Pada Al Quran di Tengah Kemajuan Zaman.”
Dalam arahannya, Bupati Afni menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan sarana memperkuat pendidikan agama dan membina generasi muda agar tetap dekat dengan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.
Ia menuturkan, penetapan Siak sebagai Kabupaten Santri akan diwujudkan secara konkret melalui penguatan pendidikan Al-Qur’an, pembinaan santri, pengembangan pondok pesantren, serta kegiatan keagamaan yang berkelanjutan. Rencana ini ditargetkan terwujud pada momentum Hari Santri mendatang bekerja sama dengan Kementerian Agama.
“Di peringatan Hari Santri nanti bersama Kemenag, kami beriktikad ingin menegaskan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Santri. Seluruh kecamatan di Siak ini sudah ada pondok pesantren, kita tinggal patenkan saja,” ujar Afni.
Pembinaan Berkelanjutan dan Fasilitas LPTQ
Guna menyokong komitmen tersebut, Afni menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak. Sejak awal menjabat, ia memindahkan kantor LPTQ dari bangunan ruko ke lokasi yang lebih representatif di pusat Kota Siak Sri Indrapura.
LPTQ kini difungsikan sebagai pusat pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin mendalami Al-Qur’an, seni baca Al-Qur’an, hingga kaligrafi. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti saat ajang MTQ usai.
Langkah pembinaan ini telah membuahkan hasil nyata. Peringkat Kabupaten Siak meningkat pada MTQ Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi. Bahkan, salah satu kafilah asal Siak yang mewakili Provinsi Riau berhasil meraih juara II cabang Tartil pada MTQ Tingkat Nasional di Semarang.
Bupati Afni berpesan kepada para dewan hakim agar menjalankan tugas secara adil dan jujur selama MTQ XVI berlangsung demi melahirkan kader-kader terbaik.
“Kita ingin Siak dikenal bukan hanya karena sejarah dan budayanya, tetapi juga sebagai daerah yang hidup dengan Al-Qur’an, pesantren, dan santrinya. Inilah yang ingin kita bangun bersama, agar identitas Kabupaten Santri tidak berhenti sebagai nama, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat dan menjadi warisan bagi generasi Siak berikutnya,” pungkasnya.
Penulis : YKZ
Editor : INR







