Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Hukum

Polemik Konten Negatif di Media Sosial: Penodaan Martabat Perempuan dan Institusi Daerah

badge-check

Polemik Konten Negatif di Media Sosial: Penodaan Martabat Perempuan dan Institusi Daerah Perbesar

Pelalawan, Faktacepat.id – Sebuah video TikTok yang viral, diduga dibuat oleh akun tak bertanggung jawab, telah menghina perempuan di Pangkalan Kerinci dan menggunakan Kantor Bupati Pelalawan sebagai latar belakang dalam narasi yang tidak senonoh. Hal ini telah menimbulkan kemarahan di antara masyarakat Pelalawan terhadap narasi yang disusun oleh oknum akun TikTok dengan nama Nauli Basa 3 yang diduga sengaja mempublikasikan konten tersebut hingga viral.

 

Salah satu pemuda dari Pelalawan, Jumri Harmadi, mengecam keras video tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk penghinaan yang terang-terangan terhadap martabat masyarakat dan institusi daerah. “Hal ini bukan lagi masalah etika, tetapi telah menjadi tindakan kriminal. Mengaitkan nama perempuan Pelalawan dan simbol Kantor Bupati dalam narasi yang cabul merupakan tindakan yang sangat tidak bermoral. Kami menuntut Kapolres Pelalawan untuk turun tangan dan segera menangkap pelaku,” tegas Jumri dengan penuh kemarahan pada hari Ahad (18/5/2025).

 

Ia melihat bahwa konten seperti ini berpotensi memicu konflik horizontal dan merendahkan martabat masyarakat Pelalawan secara nasional. Pernyataan kemarahan juga disampaikan oleh aktivis muda dari Pelalawan, Jho Kampe, yang menilai tindakan pelaku sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap perempuan dan tindakan provokatif yang menjijikkan.

 

Di sisi lain, pemuda Pelalawan lainnya, Hendra, merasa bahwa pembuat video tersebut sengaja memanfaatkan emosi publik demi popularitas yang murahan di media sosial. “Jika hal ini tidak diberikan sanksi, di masa depan dapat muncul konten yang lebih keji. Kita tidak boleh diam. Ini merupakan penghinaan terbuka terhadap kita semua,” ujar Hendra.

 

Keluhan kemarahan juga merambat ke dalam grup WhatsApp Pelalawan Updet, sebuah forum komunikasi yang aktif di kalangan warga. Banyak anggota yang menuliskan komentar tajam dan mendorong untuk melaporkan pelaku agar diambil tindakan hukum.

 

AliToRonta’e, seorang warga Pelalawan, menyatakan bahwa konten semacam ini dapat memicu konflik sosial dan merusak citra pemerintahan daerah. Sementara itu, seorang praktisi hukum bernama Jufri SH. menyatakan akan melaporkan kasus ini ke ranah hukum karena tindakan pelaku masuk dalam kategori tindak pidana penghinaan serta pencemaran nama baik, sebagaimana diatur dalam UU ITE dan KUHP.

 

Masyarakat juga menekan TikTok Indonesia agar segera menghapus konten tersebut dan memblokir akun pelaku. Mereka berharap aparat penegak hukum tidak akan tinggal diam dan segera mengambil tindakan untuk menghindari timbulnya ketidaknyamanan yang lebih luas.

 

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun, desakan agar pelaku ditangkap dan dihukum terus menguat dari berbagai elemen masyarakat Pelalawan.

 

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DUGAAN ASET SITAAN BANK HIMBARA BERMASALAH, POLDA SUMBAR DIMINTA TURUN TANGAN DAN USUT TUNTAS

1 Nov 2026 - 18:01 WIB

DUGAAN ASET SITAAN BANK HIMBARA BERMASALAH, POLDA SUMBAR DIMINTA TURUN TANGAN DAN USUT TUNTAS

Pesantren Annizham Darussalam Kecam Penggeledahan Aparat di Pesantren Putri Sukoharjo

31 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pesantren Annizham Darussalam Kecam Penggeledahan Aparat di Pesantren Putri Sukoharjo

Pertemuan Ketua KI Riau dengan Badan Publik Berperkara Disorot, Dugaan Pelanggaran Kode Etik Menguat

31 Okt 2026 - 03:53 WIB

Pertemuan Ketua KI Riau dengan Badan Publik Berperkara Disorot, Dugaan Pelanggaran Kode Etik Menguat

Aksi Jilid II di Polres Pasaman Barat: Kapolres Dua Kali Tak Temui Massa, Aksi Sempat Memanas, Aliansi Desak Kapolres Dicopot dan Minta Kadiv Propam Mabes Polri Usut Dugaan Beking PETI

26 Okt 2026 - 22:35 WIB

Aksi Jilid II di Polres Pasaman Barat: Kapolres Dua Kali Tak Temui Massa, Aksi Sempat Memanas, Aliansi Desak Kapolres Dicopot dan Minta Kadiv Propam Mabes Polri Usut Dugaan Beking PETI

Diguyur Hujan, Massa Aksi Kecewa Kapolres Pasaman Barat Tak Temui Pendemo, AMMPB: ‘’Kapolres Pengecut’’

22 Okt 2026 - 21:37 WIB

Diguyur Hujan, Massa Aksi Kecewa Kapolres Pasaman Barat Tak Temui Pendemo,  AMMPB: ‘’Kapolres Pengecut’’
Trending di Hukum