PEKANBARU, Faktacepat.id — Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di sektor ketenagalistrikan terus didorong melalui sertifikasi kompetensi. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Uji Kompetensi bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Rendah (IPTLTR) level 3 dan level 4 yang digelar di SMKN 2 Pekanbaru pada 2 hingga 4 Mei 2026.
Sebanyak 50 peserta dari berbagai wilayah di Riau ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti serangkaian uji teori, praktik, dan sesi wawancara guna memastikan kemampuan teknis sesuai standar yang ditetapkan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara CV. Nafindo Rajasa dan PT. Gen Alfa Tihana sebagai panitia penyelenggara, serta dukungan pihak sekolah sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). Plt. Kepala SMKN 2 Pekanbaru, Kamal Majdi, S. Pd, berperan sebagai penyedia fasilitas dan sarana pendukung pelaksanaan uji kompetensi, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai standar.
Hanafi dan Ade selaku perwakilan panitia menilai antusiasme peserta menjadi indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya sertifikasi di bidang kelistrikan.
“Uji kompetensi di bidang IPTL ini tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap Undang-Undang Ketenagalistrikan Nomor 30 Tahun 2009 serta regulasi pemerintah yang berlaku,” ujar perwakilan panitia.

Panitia penyelenggara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kamal Majdi, S. Pd selaku Kepala Sekolah yang telah memfasilitasi tempat uji kompetensi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan optimal.
Sementara itu, proses sertifikasi dilaksanakan oleh LSK SMKN Jambi yang diwakili oleh Efrizal selaku Direktur Operasional. Ia menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran strategis dalam memastikan tenaga kerja benar-benar siap terjun ke dunia industri.
“Dengan sertifikasi, tenaga kerja memiliki pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan perusahaan sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas,” kata Efrizal.
Tak hanya itu, sertifikasi kompetensi bidang IPTL juga memberikan manfaat langsung dalam aspek keselamatan. Tenaga kerja yang tersertifikasi dinilai lebih memahami standar instalasi listrik yang aman, andal, dan ramah lingkungan, sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja serta kerugian teknis di lapangan.

Kolaborasi antara penyelenggara, lembaga sertifikasi, dan pihak sekolah sebagai penyedia TUK menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Sinergi tersebut memastikan proses berjalan objektif, transparan, dan sesuai standar nasional.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan guna mencetak tenaga kerja ketenagalistrikan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun regional.
Penulis : YZA
Editor : INR







