JAKARTA, Faktacepat.id – Indonesia memperoleh komitmen impor minyak mentah sekitar 150 juta barel dari Rusia. Kesepakatan ini merupakan hasil kunjungan Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow beberapa waktu lalu.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa volume impor tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir tahun.
Ia menjelaskan, meski kesepakatan telah dicapai, realisasi pengiriman minyak masih menunggu penentuan skema impor yang akan digunakan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi sebagai payung hukum, termasuk opsi pelaksanaan melalui BUMN atau mekanisme Badan Layanan Umum (BLU).
Menurut Yuliot, masing-masing skema memiliki konsekuensi tersendiri, baik dari sisi pembiayaan maupun teknis pelaksanaan. Karena itu, pembahasan masih dilakukan lintas kementerian dan melibatkan pelaku usaha untuk menentukan mekanisme yang paling tepat, termasuk jalur distribusi impor.
Setelah skema ditetapkan, pengiriman minyak mentah dari Rusia akan dilakukan secara bertahap ke dalam negeri. Sementara itu, untuk impor LPG, pemerintah masih dalam tahap negosiasi dan belum menetapkan volume yang akan disepakati.
Dengan adanya komitmen ini, pemerintah berharap pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.
Penulis : YMS
Editor : INR







