PEKANBARU, Faktacepat.id – Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Riau mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil langkah tegas terhadap jajaran kepolisian di Riau menyusul kericuhan yang terjadi di Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.
Ketua PW Hima Persis Riau, Fikri Abdurrahman, menilai insiden tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan dampak dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap penanganan kasus narkoba yang dinilai lamban.
Menurut Fikri, lemahnya pengawasan dan penindakan diduga membuat peredaran narkotika di wilayah pesisir seperti Panipahan semakin sulit dikendalikan.
“Kami melihat ada kegagalan dalam fungsi pengawasan dan penegakan hukum, sehingga aktivitas jaringan narkoba seolah memiliki ruang gerak yang luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga menyoroti respons aparat di tingkat kabupaten yang dinilai belum mampu menjawab keresahan masyarakat secara cepat dan tepat.
Fikri menegaskan, lambannya tindak lanjut atas laporan warga menjadi salah satu pemicu meningkatnya emosi publik. Aksi yang awalnya berlangsung damai, kata dia, kemudian berkembang menjadi kericuhan hingga berujung pada perusakan.
“Ketika laporan masyarakat tidak ditangani dengan serius, maka kepercayaan publik akan menurun. Ini yang kami anggap sebagai persoalan serius,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengecam tindakan anarkis yang terjadi dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran hukum tetap harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, ia mengingatkan agar penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku kericuhan, melainkan juga menyentuh akar persoalan, termasuk dugaan pembiaran terhadap peredaran narkoba.
Dalam pernyataannya, PW Hima Persis Riau menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat kepolisian. Di antaranya adalah mendesak evaluasi terhadap pejabat terkait, mendorong investigasi menyeluruh atas dugaan jaringan narkoba di Rokan Hilir, serta meminta perlindungan bagi masyarakat yang berani melaporkan aktivitas ilegal tersebut.
Fikri menegaskan bahwa peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan tidak bisa ditangani secara setengah hati.
“Negara harus hadir dengan langkah tegas dan terukur. Jika aparat tidak mampu menjawab keresahan masyarakat, maka evaluasi menjadi hal yang tidak terhindarkan untuk memulihkan kepercayaan publik,” tutupnya.
Penulis : IBS
Editor : INR







