ksi Massa Tuntut Pemberantasan Narkoba Ricuh dan Berakhir Anarkis

PANIPAHAN, Faktacepat.id – Ratusan warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, menggelar aksi unjuk rasa menuntut aparat segera memberantas peredaran narkoba dan menertibkan hiburan malam. Namun demonstrasi yang awalnya berlangsung damai itu berujung ricuh dengan aksi perusakan sebuah rumah pada Jumat (10/4).

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, massa mula-mula berkumpul dan bergerak menuju Mapolsek Panipahan. Di lokasi tersebut, warga menyampaikan aspirasi mereka dan diterima personel kepolisian yang berjaga.

Situasi berubah memanas saat sore hari. Sebagian massa kemudian bergerak menuju sebuah rumah yang dalam narasi video disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba. Warga yang terdiri dari pemuda, ibu rumah tangga, remaja hingga anak-anak mulai memadati lokasi.

Massa melempari pagar rumah menggunakan batu dan kayu hingga akhirnya jebol. Setelah itu, sejumlah orang masuk ke area rumah dan mengeluarkan berbagai barang dari dalam bangunan. Tidak hanya itu, beberapa kendaraan roda dua yang berada di lokasi juga dirusak dan dibakar.

Aksi tersebut dipicu kemarahan warga yang mengaku sudah lama resah dengan dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah pesisir Rokan Hilir itu. Meski terjadi kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Seorang warga, Tomi, mengatakan aksi serupa sebenarnya sudah dilakukan pada pekan sebelumnya. Saat itu masyarakat juga menyuarakan tuntutan yang sama agar aparat bertindak tegas terhadap jaringan narkoba.

“Setelah demo pertama, kemudian digelar lagi aksi jilid II dengan tuntutan yang sama, yakni pemberantasan narkoba harus diperkuat,” ujarnya, Sabtu (11/4).

Ia menambahkan keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Menurutnya, maraknya dugaan penyalahgunaan narkoba berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas di lingkungan warga.

“Kasus pencurian sering terjadi. Warga kehilangan tabung gas, pakaian, dan barang lainnya,” keluhnya.

Pasca-kejadian itu, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni turun langsung ke Panipahan bersama Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles. Mereka menggelar pertemuan dengan unsur pimpinan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi lainnya untuk meredakan situasi.

Tokoh pemuda setempat, Muslih, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, agenda itu digelar untuk menenangkan kondisi usai aksi warga.

“Tadi ada pertemuan guna mendinginkan suasana setelah aksi masyarakat terkait keresahan terhadap narkoba,” katanya.

Dalam pertemuan itu, warga berharap aparat tidak langsung mengambil langkah hukum terhadap masyarakat yang terlibat dalam aksi, terutama anak-anak dan remaja yang ikut berada di lokasi saat kericuhan terjadi.

Selain itu, masyarakat juga meminta aparat segera menindaklanjuti tuntutan utama mereka, yakni pemberantasan narkoba, penutupan lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi di Teluk Pulai, serta penertiban tempat hiburan malam.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres menegaskan komitmen kepolisian untuk memberantas narkoba di wilayah Panipahan. Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan diproses melalui langkah hukum yang profesional dan terukur.

“Kami akan menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat, termasuk melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba di Panipahan,” tegasnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan masyarakat agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak disertai tindakan anarkis seperti perusakan maupun pembakaran.

Diketahui, aksi massa bermula dari titik kumpul di depan Masjid Raya Panipahan sebelum bergerak menuju Mapolsek Panipahan. Dalam orasi, warga meminta aparat menutup lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas narkoba serta menindak tegas sejumlah pihak yang disebut-sebut terlibat.

Namun situasi berubah ketika sebagian massa bergerak ke rumah warga lain yang juga disebut berkaitan dengan jaringan narkoba. Di lokasi inilah aksi pelemparan, perusakan, hingga pembakaran terjadi. Empat unit sepeda motor dilaporkan hangus, sementara sejumlah barang dari dalam rumah ikut dibakar di depan bangunan.

Petugas gabungan dari Polri dan TNI sempat berupaya mengendalikan keadaan. Akan tetapi, karena jumlah massa jauh lebih besar, aparat mengalami kesulitan meredam kericuhan. Massa akhirnya membubarkan diri setelah situasi berangsur kondusif.

Penulis : JPD

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *