Jakarta (Faktacepat.id) — Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang isbat penentuan awal bulan Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 19.30 WIB. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal dilaporkan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga penetapan awal bulan masih menunggu hasil rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Melalui Live Streaming Channel Youtube Bimas Islam TV, Konferensi pers hasil sidang isbat yang dilaksanakan Kementrian Agama di Auditorium HM Rasjidi dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Dalam keterangannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa secara astronomi (hisab), tinggi hilal dan elongasi belum mencapai batas minimal yang ditetapkan oleh kriteria MABIMS. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya berpatokan pada hisab, tetapi juga menunggu hasil rukyat sebagai metode konfirmasi di lapangan.
“Secara hisab, posisi hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas. Namun demikian, kita tetap menunggu laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah sebelum mengambil keputusan final,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers.
Sidang isbat sendiri diikuti oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, serta instansi terkait. Proses ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penetapan awal bulan Hijriah dilakukan secara akurat dan dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia.
Hingga berita ini disampaikan, pemerintah masih menghimpun hasil pemantauan hilal dari berbagai wilayah. Keputusan resmi terkait awal bulan Hijriah akan diumumkan setelah seluruh data rukyat diverifikasi.
Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah guna memastikan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah.
Penulis : YZA
Editor : INR







