Jakarta (Faktacepat.id) – PT Patra Drilling Contractor (PDC) kembali menggelar program Quality Talks – Professional & Innovative Experiences (QT-PIE) episode ke-9 sebagai upaya memperkuat budaya berbagi pengetahuan sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan perusahaan pada tanggal (16/03/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Quality Management dari Fungsi Human Capital (HC) ini menjadi ruang kolaboratif bagi para Perwira PDC untuk saling bertukar pengalaman, wawasan, serta solusi atas berbagai tantangan kerja.
Perwakilan Tim Quality Management, Tamara, menyampaikan bahwa QT-PIE dirancang sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan di internal perusahaan.
“Melalui QT-PIE, Perwira dapat berbagi lesson learned, success story, hingga problem solving dan troubleshooting yang pernah dialami. Ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan perusahaan,” ujarnya.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang rutin digelar secara daring, QT-PIE episode ke-9 untuk pertama kalinya dilaksanakan secara luring. Pada kesempatan ini, tim ICT tampil sebagai narasumber dengan mengangkat tema “IT as an Enabler”.
Dalam pemaparannya, tim ICT menegaskan bahwa peran teknologi informasi tidak lagi terbatas pada fungsi operasional, melainkan telah menjadi mitra strategis dalam mendukung arah bisnis perusahaan. ICT berperan sebagai akselerator yang mendorong efisiensi dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Salah satu narasumber, Imron Wignyowiyoto selaku Business Analyst IT, menjelaskan bahwa sejak 2025 hingga akhir 2026, PDC tengah menjalankan program transformasi sistem dan data secara bertahap dan terstruktur.
“Transformasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat fondasi digital perusahaan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan sistem,” jelasnya.
Dalam implementasinya, PDC akan menerapkan standar terpadu melalui satu kerangka kerja (framework) serta satu basis data terpusat atau Single Source of Truth (SSOT). Sistem ini memungkinkan integrasi data yang lebih baik, mengurangi proses manual, serta meningkatkan akurasi laporan.
Selain itu, penerapan SSOT juga diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan karena didukung data yang konsisten dan terintegrasi.
Tidak hanya berdampak pada sisi teknologi, transformasi ini juga ditujukan untuk mendorong perubahan budaya kerja menjadi lebih kolaboratif, efektif, dan berbasis data di seluruh lini organisasi.
Ke depan, peran IT di PDC akan semakin strategis, tidak hanya menangani aspek teknis, tetapi juga mengelola arsitektur aplikasi, menjaga kualitas data, serta mendukung implementasi strategi bisnis perusahaan.
Namun demikian, keberhasilan transformasi digital ini tidak hanya bergantung pada tim IT. Seluruh unit kerja diharapkan berperan aktif dalam mendukung penerapan standar yang telah ditetapkan.
“Diperlukan komitmen bersama, baik dari Perwira maupun manajemen, untuk memastikan tata kelola data berjalan optimal,” tambah Imron.
Pada akhir kegiatan, tim ICT juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan informasi. Mereka menegaskan bahwa keamanan siber tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh perilaku dan kesadaran pengguna.
Seluruh Perwira diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan email, pengelolaan kata sandi, serta menjaga kerahasiaan data dan dokumen perusahaan.
Program QT-PIE diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam membangun budaya pembelajaran sekaligus memperkuat transformasi digital di tubuh PDC.
Penulis : YZA
Editor : INR






