MenPANRB Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Menjelang Nyepi dan Idul Fitri

Faktacepat.id – Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, guna memastikan layanan publik yang bersifat esensial tetap berjalan optimal selama libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Rini menjelaskan bahwa periode libur Lebaran biasanya ditandai dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, berbagai layanan publik penting, termasuk fasilitas kesehatan, harus tetap siaga agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, pemerintah secara proaktif memastikan bahwa fasilitas layanan, sistem pelayanan, serta kesiapan tenaga kesehatan dan petugas pendukung dalam kondisi siap memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rini di Jakarta, Senin.

Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais melayani pasien dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak pasien kanker yang membutuhkan perawatan berkelanjutan seperti kemoterapi, radioterapi, maupun pemeriksaan rutin yang tidak dapat dihentikan meskipun sedang dalam masa libur nasional.

Selain itu, rumah sakit tersebut juga mendapat mandat dari Kementerian Kesehatan untuk membina dan mendampingi rumah sakit daerah dalam penanganan penyakit kanker.

Menurut Rini, selama masa libur Lebaran RS Kanker Dharmais diharapkan tetap mampu menjaga kesiapan layanan penanganan kanker, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga di berbagai daerah melalui jaringan rumah sakit yang berada di bawah pembinaannya.

Dalam kunjungan tersebut, Rini didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk melihat secara langsung proses pelayanan pasien di rumah sakit tersebut. Peninjauan dilakukan mulai dari tahap pendaftaran hingga pelayanan medis yang diberikan kepada pasien.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada kesiapan sejumlah layanan vital seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan rawat inap, serta fasilitas terapi kanker.

Rini juga mengecek kesiapan tenaga kesehatan, kelengkapan sarana dan prasarana, serta ketersediaan informasi layanan bagi masyarakat, termasuk standar pelayanan dan mekanisme pengaduan.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak mengenal waktu, termasuk pada masa libur panjang seperti Idul Fitri. Karena itu, penyelenggara layanan kesehatan harus memastikan pelayanan tetap tersedia agar masyarakat dapat memperoleh penanganan medis ketika diperlukan.

Sebagai sektor utama dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan diharapkan terus memantau pengelolaan serta tata kelola layanan kesehatan selama periode libur hari besar keagamaan agar tetap sesuai dengan prinsip pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa pelayanan medis di seluruh rumah sakit yang berada di bawah Kementerian Kesehatan tetap beroperasi selama masa libur Lebaran, meskipun akan ada penyesuaian pada beberapa layanan.

Ia menegaskan bahwa layanan darurat seperti penanganan pasien stroke, pemeriksaan CT scan, hingga tindakan operasi untuk kasus pendarahan tetap berjalan secara penuh.

Selama liburan panjang ini sesuai arahan Presiden, tindakan-tindakan yang bersifat darurat tetap beroperasi penuh karena berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa,” kata Budi.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan akan melakukan penyesuaian terhadap layanan medis yang bersifat elektif atau terjadwal pada periode 20 hingga 23 Maret 2026. Tindakan elektif merupakan prosedur medis yang sudah dijadwalkan sebelumnya dan tidak bersifat darurat, seperti pemeriksaan rutin maupun terapi tertentu.

Budi menambahkan bahwa para direktur utama rumah sakit diminta mengatur kembali kebutuhan tenaga kesehatan untuk menangani tindakan-tindakan yang bersifat non-darurat tersebut. Penyesuaian ini dilakukan karena kemungkinan peningkatan jumlah layanan sebelum dan setelah masa libur.

Direktur rumah sakit perlu menyesuaikan kebutuhan SDM untuk pelayanan terjadwal atau non-emergency, karena biasanya akan terjadi peningkatan layanan pada hari-hari sebelum dan sesudah libur,” jelasnya.

Penulis : YZA

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *